KID ABA - Klinik Intervensi Dini Applied Behavior Analysis Autisme Jakarta Bekasi Indonesia

KID ABA (Klinik Intervensi Dini Applied Behavior Analysis)

Grand Wisata Blok AA 15 No.19, Bekasi Timur, Indonesia - Telpon 085-100-90-6000

Terapi Intervensi Dini Spektrum Autis/Autisme/Autistik (ASD Autistic Spectrum Disorder) Dengan Metode ABA (Applied Behavior Analysis / Lovaas) Dan BIT (Biomedical Intervention Therapy) Merupakan Dua Terapi Utama Yang Telah Terbukti Efektif Dan Efisien Berdasarkan Penelitian. Autisme Bisa Sembuh...! Ayo Verbal...! Ayo Sekolah Reguler...!

LIT ABA - Lembaga Intervensi Terapan Applied Behavioral Analysis Autisme Jakarta Bekasi Indonesia
Waktu GMT/UTC: Selasa, 25 September 2018
  » Jam 02:16
e-mail:  password: 
Lupa Password?
Pelatihan (Training) / Seminar
Pelatihan (Training) / Seminar ABA (Applied Behavior Analysis) Untuk Terapi Autisme / Spektrum Autistik

»
Bagi Orangtua, Terapis, Dokter, Dan Profesional lainnya

Pelatihan (Training) Secara Umum
ATAU
Pelatihan Privat Untuk Orangtua Dan
(Calon) Tim Terapis

Informasi
021-7090-6000

Tim kami juga membantu melakukan assessment / re-assessment, serta penyusunan kurikulum/program, dan evaluasi harian serta evaluasi bulanan
Kerjasama
Terbuka peluang kerjasama bagi Klinik/Penyelenggara Terapi yang ingin/sudah menggunakan ABA (Applied Behavior Analysis)

Informasi
021-7090-6000
Berkarir Bersama Kami
MARI BERGABUNG BERSAMA KAMI
Lowongan / Dibutuhkan / Dicari

(Calon) Terapis ABA
(Applied Behavior Analysis / Metode Lovaas)
Terutama Untuk Jakarta/Bekasi Dan Sekitarnya, Serta Berbagai Kota Di Indonesia

Akan Dilatih (Ditraining) Sebelumnya
Gambar Foto Pengumuman Lowongan Dicari Terapis ABA Lovaas Applied Behavior Analysis Indonesia
Kalender Acara / Kegiatan
Info Pelatihan (Training) / Seminar / dll
5 Artikel Terakhir
10 Artikel Paling Banyak Dibaca
10 Artikel Terakhir Dibaca
Links
Back To ABA: Kembali Ke ABA Yang Betul Dan Benar
Artikel / Klipping Autisme, ABA & BIT
(Applied Behavior Analysis, Biomedical Intervention Therapy), dan Lain-lain

MASALAH RIVALITAS PADA SAUDARA KANDUNG PENYANDANG AUTISME

Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI

Dokter Spesialis Anak. Konsultan Ahli Autisme, ABA & BIT
(Applied Behavior Analysis dan Biomedical Intervention Therapy)


Artikel ini telah dibaca: 29312 kali, sejak 08 Juli 2011
Waktu terakhir dibaca 23 September 2018, jam 15:59:20

 

Masalah Rivalitas Pada Saudara Kandung Penyandang Autisme
Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI
Dokter Spesialis Anak. Konsultan Ahli Autisme, ABA & BIT
(Applied Behavior Analysis dan Biomedical Intervention Therapy)

Masalah Rivalitas Pada Saudara Kandung Penyandang Autisme || Autisme ABA Applied Behavior Analysis Lovaas Indonesia Jakarta Bekasi Saudara kandung dari anak autistik bisa menganggap anak autistik adalah rivalitas (saingan) yang mencuri seluruh perhatian dan milik/harta-benda dari mereka, oleh karena umumnya perhatian orangtua dan seluruh keluarga terpusat bahkan tersedot pada anak autistik mereka, sehingga mereka kurang memperhatikan bahkan seperti menelantarkan anak(-anak)nya yang lain, sehingga timbul kecemburuan pada anak(-anak) tersebut yang bisa bermanifestasi dengan menyerang bahkan membahayakan saudaranya yang autistik, dan/atau menjadi anak yang bermasalah atau anak nakal.

Beberapa saudara kandung anak autistik mengalami kecemasan, kemarahan, kecemburuan, malu, terlantar dan kesepian. Saudara kandung anak autistik juga mengalami fase-fase penerimaan (coping mechanism) yang juga dialami oleh orangtua. Jadi perlu diingat, bahwa yang membutuhkan pertolongan tidak hanya anak autistik kita, tetapi juga kakak/adik mereka. Dari hasil penelitian, respons anak-anak yang mempunyai adik/kakak yang autistik tergantung dari banyak faktor yang meliputi umur, temperamen, kepribadian, urutan kelahiran, jenis kelamin, perilaku dan contoh dari orangtua, dan pengaruh ada/tidaknya dukungan formal maupun informal.

Perlu diingat bahwa orangtua merupakan contoh (model) perilaku yang penting bagi saudara kandung anak autistik dalam menata emosi mereka, sehingga orangtua perlu berhati-hati dalam perilakunya sendiri. Bantu mereka belajar cara mengatasi dan menata emosi mereka, dengan cara yang sabar, penuh pengertian, dan bimbingan serta arahan dari orangtua ataupun profesional jika diperlukan. Perhatikan dan hargai apa yang diucapkan/dikemukakan oleh mereka, baik yang positif maupun yang negatif. Orangtua perlu berhati-hati dalam tindak-tanduknya dan dalam berbagi perasaannya, baik yang positif maupun yang negatif.

Setiap keluarga adalah unik, dan mempunyai latar belakang keyakinan, nilai, dan kebutuhan sendiri-sendiri. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan/diperhatikan dalam membantu saudara kandung anak autistik mengatasi kondisi/perubahan adanya saudara yang autistik.
  1. Komunikasikan secara berkesinambungan tentang berbagai hal kepada saudara kandung sesuai kemampuan pemahaman mereka. Informasi yang dimengerti oleh mereka dapat mencegah efek-efek negatif.

  2. Terangkan kepada saudara kandung dari anak autistik mereka tentang perbedaan perlakuan terhadap saudara autistik mereka.

  3. Saudara kandung perlu informasi yang berkesinambungan karena mereka mungkin cemas bahwa akan juga menjadi seperti saudara autistiknya.

  4. Saudara kandung dari anak autistik perlu diajarkan cara menghadapi pertanyaan maupun komentar dari teman-temannya serta orang-orang lain di lingkungannya/masyarakat. Mereka juga perlu disiapkan cara serta bagaimana bersikap dan jalan keluar dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan reaksi lingkungan/masyarakat terhadap saudara autistik mereka.

  5. Saudara kandung juga butuh waktu dan perhatian orangtua yang konsisten dan individual. Umumnya keluarga memberikan banyak pujian serta imbalan hanya kepada anak autistik mereka pada setiap tahap perkembangan yang terjadi. Hal yang sama perlu dilakukan pada saudara kandung anak autistik, yaitu berikan pujian dan penghargaan secara khusus terhadap berbagai kemampuan mereka.

  6. Saudara kandung butuh waktu yang dikhususkan untuk mereka. Jadwalkan waktu-waktu khusus yang rutin bagi mereka, yang memang semata-mata khusus untuk mereka saja bersama orangtua mereka.

  7. Libatkan saudara kandung dalam penanganan saudara autistiknya, namun biarkan mereka memilih dari pilihan yang diberikan tentang peran apa serta bagaimana keterlibatannya, tetapi sebaiknya orangtua jangan mengharapkan hal yang berlebihan.

  8. Walaupun saudara kandung diberikan sebagian tanggung jawab terhadap saudara autistiknya, namun mereka juga butuh ruang dan waktu untuk pribadi mereka sendiri yang patut dihormati oleh orangtua.

  9. Ajarkan cara/kemampuan saudara kandung berhubungan dengan saudara autistik mereka. Misalnya dengan mengajarkan cara bermain antar mereka, lakukan secara bertahap dan berikan pujian-pujian kepada saudara kandung tersebut. Permainan dan mainan harus sesuai dengan umur dan menarik bagi keduanya serta membutuhkan interaksi antar mereka. Ajarkan saudara kandung untuk memberi instruksi-instruksi dan prompt-prompt serta pujian untuk saudara autistiknya.

  10. Saudara kandung butuh rasa aman dari saudara autistik mereka terhadap barang-barang pribadinya. Beberapa anak autistik mungkin bersifat perusak dan sulit dikendalikan. Mereka juga mungkin cekatan dalam mendorong, menggigit, atau melakukan berbagai perilaku yang mengganggu saudara kandungnya. Saudara kandung anak autistik harus diajarkan bagaimana cara berespons terhadap situasi-situasi sulit tersebut. Selain itu orangtua perlu menyediakan tempat yang aman untuk barang-barang milik saudara kandung dari anak autistik mereka, dan juga perlu adanya tempat aman dimana mereka dapat terhindar/menghindarkan diri dari perilaku agresif saudara autistik mereka.

  11. Umumnya keluarga dipusingkan/disibukkan secara terus menerus untuk mengasuh anak autistik mereka, sehingga oleh karena itu orangtua maupun saudara kandung dari anak autistik membutuhkan beberapa jeda istirahat atau waktu istirahat untuk terlepas sementara dari aktivitas sehari-hari yang menguras energi dan emosi mereka.

  12. Saudara kandung dari anak autistik butuh kesempatan untuk merasakan kehidupan dan aktivitas keluarga yang “normal”. Jika perlu, carilah berbagai sumber/fasilitas di masayarakat yang informal maupun formal. Banyak keluarga yang sungkan untuk meminta bantuan, namun demi kebaikan seluruh anggota keluarga maka jangan sungkan untuk mendapatkan dan menggunakan berbagai sumber daya yang tersedia seperti misalnya pelayanan masyarakat untuk penyandang cacat serta keluarganya.

  13. Saudara kandung dari anak autistik perlu ikut dalam suatu kelompok (sibling support group) di mana mereka dapat bertemu dengan keluarga/saudara kandung dari anak-anak autistik yang lainnya, sehingga mereka tidak merasa sendirian di dunia ini, dan juga dapat mendapat/berbagi pengalaman dan pemahaman serta mengungkapan perasaan mereka, di samping juga mereka mendapat kesempatan untuk beriang-ceria sejenak.




 

Sedang Loading Tweeter dan Facebook
Mohon Tunggu...

Album Foto
Mohon Tunggu...
Buku Autisme
AUTISM IS CURABLE
Benar, Autisme Bisa Disembuhkan


Indonesia Applied Behavior Analysis
Asosiasi Terapis Applied Behavior Analysis Indonesia

Tokoh ABA Dunia

Prof. Ole Ivar Lovaas
Bapak ABA Dunia

Prof. Lovaas merupakan profesional pertama yang menerapkan ABA (Applied Behavior Analysis) untuk autisme. Dimulai pada tahun 1962, kemudian publikasi pertama pada tahun 1967, sehingga ABA untuk autisme dikenal juga sebagai Metode Lovaas.
Pada tahun 1993, Catherine Maurice menerbitkan bukunya yang berjudul Let Me Hear Your Voice, sehingga ABA terkenal ke seluruh dunia.
Dalam bukunya tersebut, Catherine Maurice menceriterakan tentang 2 anaknya yang autistik yang ditangani dengan ABA oleh Prof. Lovaas dan team, kemudian keduanya membaik sehingga tidak bisa dibedakan dengan anak lain.

Tokoh ABA Indonesia
Rudy Sutadi - Autisme - ABA (Applied Behavior Analysis) - Biomedical Intervention
Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI
Bapak ABA Indonesia
Profesional Indonesia Pertama Yang Mempopulerkan Dan Menyebarluaskan ABA Untuk Autisme Di Indonesia

Dokter Spesialis Anak yang menangani Autisme ini merupakan profesional yang langka, karena menguasai dua Terapi Utama Autisme yaitu ABA (Applied Behavior Analysis) dan Biomedical Intervention Therapy (BIT).
Kiprahnya diakui secara nasional maupun di lingkup internasional.
Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI, adalah profesional Indonesia pertama yang menyebarluaskan dan mempopulerkan ABA untuk autisme di Indonesia, sejak tahun 1997.
Mempelajari ABA dari berbagai sumber, antara lain:
› LIFE (Lovaas Institute For Early Intervention), Los Angeles, USA
› PennState University, Pennsylvania, USA
› The Option Institute, New York, USA
› ISADD (Integration Service For Autism And Development Delay), Perth, Australia
› dan lain-lain

FB Add Friend: Rudy Sutadi
Tokoh Penerus ABA Indonesia
Liza Rudy Sutadi - ABA (Applied Behavior Analysis) - Terapi Autisme
Liza Anwar Rudy Sutadi, SE
Tokoh Penerus ABA Di Indonesia

"Hampir seluruh tujuan hidup saya sudah diwujudkan. Sekarang, keinginan saya lebih ke arah ibadah, antara lain dengan membagi ilmu yang saya punya"
Demikian pendirian Liza, yang merupakan tokoh penerus ABA (Applied Behavior Analysis) untuk autisme di Indonesia.
Liza merupakan penggagas backToABA, yaitu setelah beberapa lama mengamati dan mempelajari bahwa sampai saat ini hanya ABA-lah satu-satunya metode yang telah teruji melalui berbagai penelitian ternyata terbukti efektif dan efisien untuk mengajar dan melatih anak-anak autistik (autisme).
Namun beberapa tahun setelah dokter Rudy tidak dapat aktif, penggunaan ABA yang betul dan benar mulai terkikis, oleh karena itu Liza menggagas "Kembali Ke ABA" (Back To ABA)
Liza telah memberikan pelatihan ABA ke berbagai kota di seluruh Indonesia.
Pendapatnya tentang berbagai jenis terapi lainnya yang ada di Indonesia, Liza dengan tegas mengatakan "silahkan tunjukkan hasil penelitian metode tersebut untuk anak-anak autistik" (yang ternyata tak ada).

FB Add Friend: Liza R Sutadi
Ayo Bangkit Kalahkan Autisme
 
autism-is-curable-aba-bit-jakarta-bekasi-indonesia
 

 

© 2011 - www.kidABA.com - Jakarta, Bekasi, Indonesia