KID ABA - Klinik Intervensi Dini Applied Behavior Analysis Autisme Jakarta Bekasi Indonesia

KID ABA (Klinik Intervensi Dini Applied Behavior Analysis)

Grand Wisata Blok AA 15 No.19, Bekasi Timur, Indonesia - Telpon 085-100-90-6000

Terapi Intervensi Dini Spektrum Autis/Autisme/Autistik (ASD Autistic Spectrum Disorder) Dengan Metode ABA (Applied Behavior Analysis / Lovaas) Dan BIT (Biomedical Intervention Therapy) Merupakan Dua Terapi Utama Yang Telah Terbukti Efektif Dan Efisien Berdasarkan Penelitian. Autisme Bisa Sembuh...! Ayo Verbal...! Ayo Sekolah Reguler...!

LIT ABA - Lembaga Intervensi Terapan Applied Behavioral Analysis Autisme Jakarta Bekasi Indonesia
Waktu GMT/UTC: Minggu, 22 Juli 2018
  » Jam 12:41
e-mail:  password: 
Lupa Password?
Pelatihan (Training) / Seminar
Pelatihan (Training) / Seminar ABA (Applied Behavior Analysis) Untuk Terapi Autisme / Spektrum Autistik

»
Bagi Orangtua, Terapis, Dokter, Dan Profesional lainnya

Pelatihan (Training) Secara Umum
ATAU
Pelatihan Privat Untuk Orangtua Dan
(Calon) Tim Terapis

Informasi
021-7090-6000

Tim kami juga membantu melakukan assessment / re-assessment, serta penyusunan kurikulum/program, dan evaluasi harian serta evaluasi bulanan
Kerjasama
Terbuka peluang kerjasama bagi Klinik/Penyelenggara Terapi yang ingin/sudah menggunakan ABA (Applied Behavior Analysis)

Informasi
021-7090-6000
Berkarir Bersama Kami
MARI BERGABUNG BERSAMA KAMI
Lowongan / Dibutuhkan / Dicari

(Calon) Terapis ABA
(Applied Behavior Analysis / Metode Lovaas)
Terutama Untuk Jakarta/Bekasi Dan Sekitarnya, Serta Berbagai Kota Di Indonesia

Akan Dilatih (Ditraining) Sebelumnya
Gambar Foto Pengumuman Lowongan Dicari Terapis ABA Lovaas Applied Behavior Analysis Indonesia
Kalender Acara / Kegiatan
Info Pelatihan (Training) / Seminar / dll
5 Artikel Terakhir
10 Artikel Paling Banyak Dibaca
10 Artikel Terakhir Dibaca
Links
Back To ABA: Kembali Ke ABA Yang Betul Dan Benar
Artikel / Klipping Autisme, ABA & BIT
(Applied Behavior Analysis, Biomedical Intervention Therapy), dan Lain-lain

AUTISME & BIT : [RINGKASAN 09 DARI 17 - BIT] ::: TERAPI USUS: ANTI JAMUR DAN PROBIOTIK

AUTISME : Terapis usus

AUTISME : Anti jamur dan Probiotic


Artikel ini telah dibaca: 32831 kali, sejak 29 Mei 2013
Waktu terakhir dibaca 20 Juli 2018, jam 12:07:07

 

AUTISME & BIT : [Ringkasan 09 dari 17 - BIT] ::: Terapi Usus: Anti Jamur dan Probiotik
AUTISME : Terapis usus
AUTISME : Anti jamur dan Probiotic

AUTISME & BIT : [Ringkasan 09 dari 17 - BIT] ::: Terapi Usus: Anti Jamur dan Probiotik || Autisme ABA Applied Behavior Analysis Lovaas Indonesia Jakarta Bekasi

TERAPI USUS : ANTI JAMUR DAN PROBIOTIK

Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI

(Dokter Spesiali Anak. Konsultan Autisme, Applied Behavior Analysis, dan Biomedical Intervention Therapy)

LATAR BELAKANG :

Usus manusia mengandung sejumlah besar bakteri. Bakteri usus 10x lebih banyak dibandingkan sel-sel pada seluruh tubuh.

Kebanyakan dari bakteri usus tersebut menguntungkan, dan membantu dalam mencerna makanan, keseimbangan cairan, dan membatasi pertumbuhan bakteri yang merugikan serta jamur.

Beberapa penyandang autisme memiliki jumlah yang sedikit rendah pada bakteri yang menguntungkan dan jumlah yang banyak pada bakteri yang merugikan serta jamur.

Bakteri yang merugikan dan jamur memproduksi toksin-toksin yang dapat sedemikian sangat mengganggu fungsi mental dan perilaku.

Alkohol hanya salah satu dari banyak toksin yang diproduksi oleh jamur, dan merupakan contoh bagus tentang toksin jamur yang dapat sedemikian sangat mengganggu perilaku.

Tampaknya cara terbaik untuk mengatasi masalah-masalah tersebut adalah dengan kombinasi diet anti jamur, obat-obat anti jamur dan probiotik (bakteria “baik”/menguntungkan). Hal tersebut dapat membantu menormalisasi fungsi usus.

TERAPI :

Diet Anti Fungal :

Jamur (yeast) “memakan” gula dan karbohidrat sederhana, sehingga penting untuk mengurangi atau menghindari makanan tersebut.

Juga bermanfaat untuk menghindari makanan yang mengandung jamur atau produk-produk jamur, termasuk jus buah, cuka (dalam ketchup dan makanan-makan lain), makanan-makanan dengan zat pelunak (roti, pizza, bagels, rolls), keju, dan mushrooms (yang merupakan jenis yeast/fungus).

Jangka Waktu Terapi : Dr. Sidney Baker menyarankan untuk mencoba selama 5-14 hari, kemudian diikuti paparan sejumlah besar untuk melihat apakah diet memperlihatkan perbedaan. Jika ya, maka lanjutkan untuk jangka waktu yang panjang.

Obat-obat Anti Jamur :

Terdapat obat-obat resep dan obat-obat non-resep, dan kadang perlu mencoba beberapa untuk mengetahui mana yang efektif untuk jenis (strain) dari yeast tertentu.

Nystatin adalah yang paling aman, karena tidak diserap oleh usus, tetapi banyak yeast yang saat ini sudah resisten terhadap Nystatin.

Diflucan, Sporanox, Lamisil, dan Nizoral merupakan alternatif dimana yeast jarang resisten terhadap mereka. Tetapi mereka diserap oleh usus dan bisa mengganggu fungsi hati, sehingga enzim-enzim hati perlu diperiksa setiap beberapa bulan jika digunakan dalam jangka waktu panjang.

Beberapa terapi antifungal yang non-resep yaitu capryllic acid, oregano concentrate, citrus seed extract, undecylenic acid, dan pau d’arco.

Terapi yang tidak umum adalah saccharomyces boulardi, yang merupakan yeast yang tidak berbahaya yang dapat membunuh yeast lain dan meningkatkan bakteri “baik”, tetapi akan hilang dalam beberapa minggu jika berhenti dikonsumsi, dan meninggalkan usus yang jadi sehat.

Jangka Waktu Terapi : Dr. Sidney Baker menyarankan mencoba secara serial setiap antifungal dosis tinggi selama 2-3 minggu, diikuti oleh antifungal lainnya sampai mendapatkan antifungal yang cocok.

Reaksi die-off : Ketika yeast terbunuh, mereka mengeluarkan seluruh toksin yang dikandungnya sekaligus. Hal ini dapat menyebabkan suatu reaksi “die-off” selama beberapa hari, kemudian diikuti oleh perbaikan saat toksin-toksin tersebut lenyap.

Probiotik :

Probiotik merupakan campuran dari satu jenis atau lebih bakteri “baik” yang normalnya terdapat di usus.

Banyak probiotik hanya mengandung beberapa juta Colony Forming Units (CFU) atau bahkan kurang, tetapi beberapa probiotik mengandung 30-75 juta CFU, dan beberapa probiotik dengan resep mengandung sampai 500 juta CFU.

Semakin tinggi dosis suatu produk, semakin mungkin untuk mencapai usus dan melakukan rekoloni dengan bakteri “baik”.

Jika tetap diperlukan probiotik dosis tinggi, hal ini mungkin disebabkan adanya pankreatitis atau disfungsi serius lainnya.

Jangka Waktu Terapi : Mula-mula gunakan dosis tinggi, dan kemudian pertimbangkan dosis pemeliharaan yang lebih rendah.

Testing : Suatu cara tes sederhana tetapi sangat bermanfaat adalah melihat pada tinja, karena setengah dari tinja adalah bakteri. Tinja akan berbentuk, dan warnanya menjadi agak coklat sampai coklat tua, dengan 1-3 kali buang air besar per hari.

Perhatian pada pemberian antibiotik : Satu seri antibiotik oral dapat membunuh hampir 99% bakteri “baik” usus, tetapi sama sekali tidak mempunyai pengaruh pada yeast atau banyak jenis bakteri “jahat”, yang kemudian berkembang-biak karena tidak adanya kompetisi dari bakteri “baik”.

Antibiotik oral sering menyebabkan pertumbuhan berlebihan dari bakteri “jahat” dan yeast, dan diperkirakan merupakan penyebab dari banyak masalah usus pada autisme.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penyandang autisme anak-anak merupakan pengguna antibiotik yang lebih banyak dibandingkan anak-anak umumnya pada beberapa tahun pertama kehidupan mereka.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM :

Comprehensive Digestive Stool Analysis (dilakukan oleh Great Smokies atau Doctor’s Data) dapat memperlihatkan beberapa jenis bakteri dan yeast yang abnormal dan normal.

Analisis sensitivitas dapat memperkirakan anti-fungal yang mana yang paling mungkin bermanfaat, tetapi sering cara terbaik yaitu dengan beberapa seri percobaan dari berbagai antifungal.

Urinary organic acid testing dapat dilakukan untuk memeriksa kadar tinggi abnormal pada metabolit-metabolit dari yeast, walau realibilitas dari tes ini agak kurang jelas.

EFEKTIVITAS TERAPI :

Efektivitas terapi berdasar penilaian oleh orangtua (Parent Rating) :

Jenis Obat // Memburuk // Tidak Ada Perubahan // Membaik // Jumlah Laporan

Diflucan (Antifungal) // 5% // 41% // 55% // 330

Nystatin (Antifungal) // 5% // 46% // 46% // 986

Antibiotik // 31% // 57% // 12% // 1799

PENELITIAN :

Suatu penelitian oleh Rosseneau dkk. menemukan bahwa 95% dari 80 penyandang autisme regresif dan konstipasi kronis secara kasar memiliki jumlah E. Coli 10.000 kali lebih banyak dibanding normal, dan banyak juga yang memiliki jumlah besar dari beberapa jenis bakteri Gram negatif aerobik (BGNA).

Suatu penelitian pengobatan selama 3 bulan pada 11 anak mendapatkan bahwa suatu antibiotik poten menyebabkan pemusnahan bakteri, dan terjadi perbaikan jelas atau bahkan penyembuhan total dari masalah usus, dan perbaikan besar pada perilaku.

Namun, ketika antibiotik dihentikan, BGNA muncul kembali dalam waktu sebulan, dan terjadi perburukan pada fungsi usus dan perilaku.

Penelitian serupa yang lebih kecil yang dilakukan oleh Sandler dkk. dengan antibiotik poten lainnya (Vancomycin) juga mendapatkan perbaikan sementara pada fungsi usus dan perilaku, dan perbaikan tersebut juga menghilang ketika pengobatan dihentikan.

(Sander et al., Short-term benefit from oral vancomycin treatment of regressive-onset autism. J Child Neurol 2000 Jul; 15(7):429-35).

Dua penelitian kecil oleh Finegold dkk mendapatkan suatu bukti terbatas pada bakteri anaerob abnormal, terutama peningkatan pada clostridia. Mereka tidak melakukan pemeriksaan untuk BGNA.

(Song Y, Liu C, Finegold SM. Real-time PCR quantification of clostridia in feces of autistic children. Appl Environ Microbiol. 2004 Nov; 70(11):6459-65.

Finegold et al, Gastrointestinal microflora studies in late-onset autism. Clin Infect Dis. 2002 Sep 1; 35 (Suppl 1):S6-S16).


Sumber Foto: A

 

Sedang Loading Tweeter dan Facebook
Mohon Tunggu...

Album Foto
Mohon Tunggu...
Buku Autisme
AUTISM IS CURABLE
Benar, Autisme Bisa Disembuhkan


Indonesia Applied Behavior Analysis
Asosiasi Terapis Applied Behavior Analysis Indonesia

Tokoh ABA Dunia

Prof. Ole Ivar Lovaas
Bapak ABA Dunia

Prof. Lovaas merupakan profesional pertama yang menerapkan ABA (Applied Behavior Analysis) untuk autisme. Dimulai pada tahun 1962, kemudian publikasi pertama pada tahun 1967, sehingga ABA untuk autisme dikenal juga sebagai Metode Lovaas.
Pada tahun 1993, Catherine Maurice menerbitkan bukunya yang berjudul Let Me Hear Your Voice, sehingga ABA terkenal ke seluruh dunia.
Dalam bukunya tersebut, Catherine Maurice menceriterakan tentang 2 anaknya yang autistik yang ditangani dengan ABA oleh Prof. Lovaas dan team, kemudian keduanya membaik sehingga tidak bisa dibedakan dengan anak lain.

Tokoh ABA Indonesia
Rudy Sutadi - Autisme - ABA (Applied Behavior Analysis) - Biomedical Intervention
Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI
Bapak ABA Indonesia
Profesional Indonesia Pertama Yang Mempopulerkan Dan Menyebarluaskan ABA Untuk Autisme Di Indonesia

Dokter Spesialis Anak yang menangani Autisme ini merupakan profesional yang langka, karena menguasai dua Terapi Utama Autisme yaitu ABA (Applied Behavior Analysis) dan Biomedical Intervention Therapy (BIT).
Kiprahnya diakui secara nasional maupun di lingkup internasional.
Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI, adalah profesional Indonesia pertama yang menyebarluaskan dan mempopulerkan ABA untuk autisme di Indonesia, sejak tahun 1997.
Mempelajari ABA dari berbagai sumber, antara lain:
› LIFE (Lovaas Institute For Early Intervention), Los Angeles, USA
› PennState University, Pennsylvania, USA
› The Option Institute, New York, USA
› ISADD (Integration Service For Autism And Development Delay), Perth, Australia
› dan lain-lain

FB Add Friend: Rudy Sutadi
Tokoh Penerus ABA Indonesia
Liza Rudy Sutadi - ABA (Applied Behavior Analysis) - Terapi Autisme
Liza Anwar Rudy Sutadi, SE
Tokoh Penerus ABA Di Indonesia

"Hampir seluruh tujuan hidup saya sudah diwujudkan. Sekarang, keinginan saya lebih ke arah ibadah, antara lain dengan membagi ilmu yang saya punya"
Demikian pendirian Liza, yang merupakan tokoh penerus ABA (Applied Behavior Analysis) untuk autisme di Indonesia.
Liza merupakan penggagas backToABA, yaitu setelah beberapa lama mengamati dan mempelajari bahwa sampai saat ini hanya ABA-lah satu-satunya metode yang telah teruji melalui berbagai penelitian ternyata terbukti efektif dan efisien untuk mengajar dan melatih anak-anak autistik (autisme).
Namun beberapa tahun setelah dokter Rudy tidak dapat aktif, penggunaan ABA yang betul dan benar mulai terkikis, oleh karena itu Liza menggagas "Kembali Ke ABA" (Back To ABA)
Liza telah memberikan pelatihan ABA ke berbagai kota di seluruh Indonesia.
Pendapatnya tentang berbagai jenis terapi lainnya yang ada di Indonesia, Liza dengan tegas mengatakan "silahkan tunjukkan hasil penelitian metode tersebut untuk anak-anak autistik" (yang ternyata tak ada).

FB Add Friend: Liza R Sutadi
Ayo Bangkit Kalahkan Autisme
 
autism-is-curable-aba-bit-jakarta-bekasi-indonesia
 

 

© 2011 - www.kidABA.com - Jakarta, Bekasi, Indonesia