KID ABA - Klinik Intervensi Dini Applied Behavior Analysis Autisme Jakarta Bekasi Indonesia

KID ABA (Klinik Intervensi Dini Applied Behavior Analysis)

Grand Wisata Blok AA 15 No.19, Bekasi Timur, Indonesia - Telpon 085-100-90-6000

Terapi Intervensi Dini Spektrum Autis/Autisme/Autistik (ASD Autistic Spectrum Disorder) Dengan Metode ABA (Applied Behavior Analysis / Lovaas) Dan BIT (Biomedical Intervention Therapy) Merupakan Dua Terapi Utama Yang Telah Terbukti Efektif Dan Efisien Berdasarkan Penelitian. Autisme Bisa Sembuh...! Ayo Verbal...! Ayo Sekolah Reguler...!

LIT ABA - Lembaga Intervensi Terapan Applied Behavioral Analysis Autisme Jakarta Bekasi Indonesia
Waktu GMT/UTC: Senin, 12 November 2018
  » Jam 23:40
e-mail:  password: 
Lupa Password?
Pelatihan (Training) / Seminar
Pelatihan (Training) / Seminar ABA (Applied Behavior Analysis) Untuk Terapi Autisme / Spektrum Autistik

»
Bagi Orangtua, Terapis, Dokter, Dan Profesional lainnya

Pelatihan (Training) Secara Umum
ATAU
Pelatihan Privat Untuk Orangtua Dan
(Calon) Tim Terapis

Informasi

Tim kami juga membantu melakukan assessment / re-assessment, serta penyusunan kurikulum/program, dan evaluasi harian serta evaluasi bulanan
Kerjasama
Terbuka peluang kerjasama bagi Klinik/Penyelenggara Terapi yang ingin/sudah menggunakan ABA (Applied Behavior Analysis)

Informasi
Berkarir Bersama Kami
MARI BERGABUNG BERSAMA KAMI
Lowongan / Dibutuhkan / Dicari

(Calon) Terapis ABA
(Applied Behavior Analysis / Metode Lovaas)
Terutama Untuk Jakarta/Bekasi Dan Sekitarnya, Serta Berbagai Kota Di Indonesia

Akan Dilatih (Ditraining) Sebelumnya
Gambar Foto Pengumuman Lowongan Dicari Terapis ABA Lovaas Applied Behavior Analysis Indonesia
Kalender Acara / Kegiatan
Info Pelatihan (Training) / Seminar / dll
5 Artikel Terakhir
10 Artikel Paling Banyak Dibaca
10 Artikel Terakhir Dibaca
Links
Back To ABA: Kembali Ke ABA Yang Betul Dan Benar

Autism Awareness - 1 April

Profil Liza/Arneliza Anwar R. Sutadi

Liza/Arneliza Rudy Sutadi

Tokoh Penerus ABA (Applied Behavior Analysis), Mengenal Dunia Autis/Autisme

Halaman ini telah di-akses 477286 kali, sejak 31 Maret 2011

Terakhir dikunjungi 12 November 2018, jam 22:40:09


Liza/Arneliza Rudy Sutadi - Autisme ABA Applied Behavior Analysis

Sampai dengan paling tidak akhir tahun 2008, kata autis masih cukup asing bagi Arneliza Anwar, yang waktu itu sehari-harinya asyik tenggelam dalam kesibukan dunia professional yang jauh sekali dari dunia autisme. Bahkan kata autis sendiri dalam lingkungan profesional yang ia geluti seringnya dijadikan bahan olok-olok sehingga mempunyai kontasi yang negatif. "Namun kita tidak tahu apa yang akan terjadi pada hari-hari ke depan kita", begitu papar Liza, panggilan akrab dari sosok pribadi yang mengesankan yang sekarang mencantumkan namanya sebagai Liza Anwar R Sutadi.

Ternyata, begitulah juga yang terjadi pada Liza, ALLAH SWT menentukan takdir hidupnya masuk ke lingkungan yang sama sekali berbeda dari dunia profesi yang selama itu ia geluti, setelah ia menjalani ta'aruf dengan seorang lelaki pilihanNYA.

Ta'aruf melalui seorang sahabat dengan seorang laki-laki yang sebelumnya tidak dia kenal sama sekali membuatnya seperti tersadar bahwa ada dunia lain yang sangat asing baginya. Ta'aruf ini sebelumnya diawali dengan perkenalan yang awalnya hanya bagian dari pertemuan bisnis dengan seorang temannya yang ditemani oleh seorang pria yang akhirnya menjadi suaminya. Pertemuan pertama ini membangkitkan getar-getar di relung-relung hatinya yang paling dalam, ketika pertama kali ia diperkenalkan dengan laki-laki tersebut, seperti layaknya orang yang jatuh cinta.

Statusnya laki-laki tersebut yang saat itu sebagai seorang narapidana pun seakan sirna dari penglihatan mata dan batinnya. Sosok seorang narapidana yang selama ini digambarkan sebagai sosok yang angker segera saja sirna, sesaat segera ketika laki laki ini hadir di hadapannya. Sosok yang ternyata sangat humble, murah senyum dan tidak mau menatap kearah Liza. Laki-laki tersebut hanya menatap ke arah teman yang bersamanya saja.

Hmmmm salah tingkahlah Liza di hadapannya, dan ia yakin bahwa sikapnya yang salah tingkah itu pastilah tertangkap. Tapi dia tidak juga memalingkan mukanya ke arah saya, begitu tuturnya. Ego Liza pun muncul..hmmmm sebenarnya maunya dia apa sih ???

Singkatnya, syariat Islam tentang hal tersebut yang saat itu belum begitu difahaminya, membuat Liza berfikir bahwa "dia cuek pada saya". Pada akhirnya semua pertanyaan yang ada di benaknya terjawab setelah mereka menikah pada tanggal 31 Maret 2009.

Selanjutnya Liza bertutur, itulah awal pertama kali saya melihat sinar cinta di matanya, begitu berbinar-binar ketika Ijab Kabul selesai diucapkan pertanda resmi dan sahnya kami menjadi suami Istri. Dan betapa saya saat itu bisa merasakan kehadiran ALLAH sangat dekat dengan saya, dan sebuah suara bergema entah dari mana dari ruang tempat ijab Kabul kami "Jabatlah, jabatlah tangan suamimu". Tak kuasa saya menahan haru melihat orang yang selama ini tak pernah memandangi saya, kali ini memandang saya dengan begitu banyak cinta di matanya. Air mukanya yang jernih sangat menyejukkan hati saya, memupus semua galaunya hati saya selama berta'aruf, nazhor, dan khitbah dengannya. Selanjutnya biarlah menjadi komsumsi kami berdua saja ya….hmmmmm.

Lebih lanjut, saya kemudian mengetahui lebih jauh lagi tentang suamiku ini. Seorang dokter Spesialis Anak yang ALLAH pernah titipkan seorang anak autistik sehingga dia mendalami dan mempelajari tentang autisme ke beberapa Negara dan tergabung dalam ARI (Autism Research Institute). Banyak kemudian aku lihat tulisan-tulisannya seputar autisme.

Perkenalanku dengan dunia autisme dimulai sejak saat itu. Suamiku ini menganjurkan untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan autisme. Terus terang kesibukan di dunia profesiku membuatku rasanya kehabisan semua waktu, apalagi jika ditambah dengan kesibukan baru ini yang sudah pasti menguras energi. Tapi begitulah "ALLAH sebagimana sangkaan umatNYA". Ketika saya berfikir seperti itu memang semua upaya suami saya untuk memperkenalkan tentang autisme kepada saya menjadi mentah, karena saya memang tidak tertarik.

Namun kehadiran seorang anak bernama Haidar yang saat itu berusia 3 tahun, seorang anak autistik yang berasal dari Semarang betul-betul menjungkir-balikkan habis hati saya. Melihat secara langsung bagaimana Uminya Haidar berurai air mata di hadapan suami saya tentang kondisi Haidar, membuat saya seperti dibenturkan kepada tembok yang maha kuat. Begitu EGOISnya saya .

Melihat betapa asyiknya dia sendiri tanpa menghiraukan ada orang lain di sekitarnya sepanjang sekitar 4 jam keluarga ini bertemu dengan suami saya, saya melihat betapa kuatnya keluarga ini dengan amanah yang ALLAH titipkan pada mereka.
Saat itu saya hanya berfikir "ALLAH pasti memilih orang tua terbaik untuk dititipkan anak-anak autistik ini".

Setelah hari itu saya mulai membuka semua buku yang diberikan suami saya, dan membaca lembaran demi lembaran buku tentang autisme yang membuat bulir-bulir air mata saya berjatuhan karena tak kuasa saya untuk menahannya. Begitu kompleksnya sehingga hanya orang tua yang terpilih saja yang akan ALLAH amanahi anak-anak ini, yang Allah pasti yakin akan kemauan dan kemampuan mereka dalam menangani anak anak ini.
Buku-demi-buku kuselesaikan dan hari-hari diskusi yang mengasyikkan dengan suami pun dimulai. Oooooo tidak mudah belajar dari suami sendiri. Seringnya saya ngambek jika Uda (begitu saya memanggilnya) terlalu banyak protes tentang ini dan itu. Tapi Subhanallah… itulah yang semakin merekat-eratkan ikatan cinta kami.
Dan seluk-beluk autisme dan penanganannyapun Uda transfer ilmunya secara penuh kepada saya. Beruntunglah di dunia profesi yang saya geluti selama ini, berbicara atau melakukan presentasi di depan banyak orang bukanlah kendala bagi saya. Karena hampir 10 tahun perjalanan karir profesional saya bidang itu sudah akrab saya geluti. Sehingga ketika masa belajar saya satu tahun selesai dari pakar autisme ini, beberapa daerah meminta kesediaan saya untuk mengadakan pelatihan ABA (Applied Behavior Analysis) untuk di daerah mereka.

Dan terkaget-kagetlah saya ketika mendatangi daerah demi daerah, bahwa ternyata apa-apa yang dilakukan/dipraktekkan di daerah-daerah jauh dari prinsip, tehnik, serta konsep ABA yang sebenarnya. Tidak mengapa, saya hanya berfikir semua rencana ALLAH itu pasti baik bagi umatNYA. Insya ALLAH kehadiran saya bisa mengembalikan tatalaksana ABA kepada rel yang semestinya, …Wallahu'allam

Kendala demi kendala saya tuntaskan mengacu pada penerapan ABA yang benar dan betul, Dimana ABA itu sistematis, terstruktur, dan terukur. Nah begitu banyak pembelokan yang terjadi yang memang pada akhirnya berdampak pada tidak/kurang majunya kemampuan anak-anak autistik yang mereka tangani. Bahkan mereka yang mengetahui tata-cara dalam ABA sepertinya enggan melakukannya, karena ABA ini membutuhkan keseriusan dan kemampuan yang detail serta presisi, sehingga menjalankannya akan cukup menguras enerji, dan mudah terlihat atau terdeteksi jika pelaksanaannya menyimpang.
Dan yang mencengangkan saya adalah adanya pemikiran/filosofi/motivasi yang kurang baik dan tidak selayaknya bagi orang tua yang didengungkan oleh sementara orang yang katanya "Pakar Autisme". Tapi semuanya menurut saya kembali kepada orang tua. Jika mereka mengikuti jalan yang benar pasti mereka akan sampai ditempat yang benar pula.
Tugas saya hanya menyampaikan, mengajarkan kepada orang tua, guru dan terapis bagaimana Intervensi Dini dan tatalaksana autisme yang betul dan benar untuk anak anak mereka

Alhamdulillah setelah sekitar tujuh bulan saja perjalanan saya ke daerah-daerah di Indonesia, sudah banyak berita gembira yang disampaikan kepada saya, mulai dari anak sudah mulai bisa mengucapkan "A", sudah bisa kontak mata, sudah bisa imitasi motorik kasar, dan yang paling menggembirakan adalah ketika mereka diuji coba di sekolah reguler… Subhanallah… sungguh inilah campur tangan ALLAH yang sangat banyak dalam hidup saya.

Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan kepada orang tua anak-anak autistik di manapun Bapak dan Ibu berada, rasanya tidak akan pernah kering air mata saya setiap kali mendengar keluh kesah anda semua…, dan pesan saya kepada semua Bapak dan Ibu, haruslah terus bersemangat, harus percaya bahwa adalah hal yang sangat mudah bagi ALLAH untuk menyembuhkan autisme pada anak-anak Bapak dan Ibu. Untuk itu tetaplah dalam baik sangka kepada Allah, jangan lagi mendahului Allah dengan mengatakan Autisme tidak bisa disembuhkan. Jika Bapak dan Ibu semua yakin bahwa ALLAH adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu, maka mintalah kesembuhan kepadaNYA. DIA yang memberikan/menciptakan sakit, maka DIA juga yang menyembuhkan. DIA yang memberikan cobaan, maka DIA juga yang akan mengangkat cobaan itu.

Saya bersyukur Allah mempertemukan saya dengan banyak orang tua yang begitu yakin akan kemungkinan kesembuhan anak-anak autistiknya dan mengalirkan semangat baru bagi saya untuk berbuat lebih banyak untuk mereka.
Insya Allah dengan pertolonganNYA yang tiada henti kita terus panjatkan, maka ALLAH akan menyingkirkan autisme dari diri anak-anak kita, sehingga tak ada lagi kemudian yang menyimpan atau mengurung anak-anak ini di rumah dan menjauhkannya dari lingkungan pergaulan masyarakat umum…Wallahu'allam bishowab. Demikianlah Liza mengakhiri pembicaraannya.

Grand Wisata – Bekasi, 18 April 2011.
(revisi dari 31 Maret 2011)




Beri Komentar Tentang:
» Profil Liza R Sutadi «
Tokoh Penerus ABA Untuk Autisme Di Indonesia. Telah sering memberi pelatihan ABA (Applied Behavior Analysis) di berbagai kota di seluruh Indonesia

 

Album Foto
Mohon Tunggu...
Buku Autisme
AUTISM IS CURABLE
Benar, Autisme Bisa Disembuhkan


Indonesia Applied Behavior Analysis
Asosiasi Terapis Applied Behavior Analysis Indonesia

Tokoh ABA Dunia

Prof. Ole Ivar Lovaas
Bapak ABA Dunia

Prof. Lovaas merupakan profesional pertama yang menerapkan ABA (Applied Behavior Analysis) untuk autisme. Dimulai pada tahun 1962, kemudian publikasi pertama pada tahun 1967, sehingga ABA untuk autisme dikenal juga sebagai Metode Lovaas.
Pada tahun 1993, Catherine Maurice menerbitkan bukunya yang berjudul Let Me Hear Your Voice, sehingga ABA terkenal ke seluruh dunia.
Dalam bukunya tersebut, Catherine Maurice menceriterakan tentang 2 anaknya yang autistik yang ditangani dengan ABA oleh Prof. Lovaas dan team, kemudian keduanya membaik sehingga tidak bisa dibedakan dengan anak lain.

Tokoh ABA Indonesia
Rudy Sutadi - Autisme - ABA (Applied Behavior Analysis) - Biomedical Intervention
Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI
Bapak ABA Indonesia
Profesional Indonesia Pertama Yang Mempopulerkan Dan Menyebarluaskan ABA Untuk Autisme Di Indonesia

Dokter Spesialis Anak yang menangani Autisme ini merupakan profesional yang langka, karena menguasai dua Terapi Utama Autisme yaitu ABA (Applied Behavior Analysis) dan Biomedical Intervention Therapy (BIT).
Kiprahnya diakui secara nasional maupun di lingkup internasional.
Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI, adalah profesional Indonesia pertama yang menyebarluaskan dan mempopulerkan ABA untuk autisme di Indonesia, sejak tahun 1997.
Mempelajari ABA dari berbagai sumber, antara lain:
› LIFE (Lovaas Institute For Early Intervention), Los Angeles, USA
› PennState University, Pennsylvania, USA
› The Option Institute, New York, USA
› ISADD (Integration Service For Autism And Development Delay), Perth, Australia
› dan lain-lain

FB Add Friend: Rudy Sutadi
Tokoh Penerus ABA Indonesia
Liza Rudy Sutadi - ABA (Applied Behavior Analysis) - Terapi Autisme
Liza Anwar Rudy Sutadi, SE
Tokoh Penerus ABA Di Indonesia

"Hampir seluruh tujuan hidup saya sudah diwujudkan. Sekarang, keinginan saya lebih ke arah ibadah, antara lain dengan membagi ilmu yang saya punya"
Demikian pendirian Liza, yang merupakan tokoh penerus ABA (Applied Behavior Analysis) untuk autisme di Indonesia.
Liza merupakan penggagas backToABA, yaitu setelah beberapa lama mengamati dan mempelajari bahwa sampai saat ini hanya ABA-lah satu-satunya metode yang telah teruji melalui berbagai penelitian ternyata terbukti efektif dan efisien untuk mengajar dan melatih anak-anak autistik (autisme).
Namun beberapa tahun setelah dokter Rudy tidak dapat aktif, penggunaan ABA yang betul dan benar mulai terkikis, oleh karena itu Liza menggagas "Kembali Ke ABA" (Back To ABA)
Liza telah memberikan pelatihan ABA ke berbagai kota di seluruh Indonesia.
Pendapatnya tentang berbagai jenis terapi lainnya yang ada di Indonesia, Liza dengan tegas mengatakan "silahkan tunjukkan hasil penelitian metode tersebut untuk anak-anak autistik" (yang ternyata tak ada).

FB Add Friend: Liza R Sutadi
Ayo Bangkit Kalahkan Autisme
 
autism-is-curable-aba-bit-jakarta-bekasi-indonesia
 

 

© 2011 - www.kidABA.com - Jakarta, Bekasi, Indonesia