Autisme Bisa Sembuh - Insya Allah

KID ABA Ultimate For Autism

Grand Wisata AA 11 No.56-57-58, Bekasi, Jawa Barat 17510, Indonesia
Telpon/WhatsApp +62-85-100-90-6000
Home Lowongan Kerja Terapis Lokasi Kami (GoogleMaps) Hubungi Kami
Home Lowongan Kerja Terapis Lokasi Kami (GoogleMaps) Hubungi Kami
Home Lowongan Kerja Terapis Lokasi Kami (GoogleMaps) Hubungi Kami

Tanya Ahli

AUTISME...?

Tanyakan Ahlinya ! Gratis

+62-889-8000-6000
(WhatsApp Only)

Mohon tulis nama-lengkap bapak/ibu dan gelar lengkap (jika ada), serta kota tempat tinggal.

Autism Is Curable - Insha Allah
Dengan Smart-ABA dan Smart-BIT

Terapi Autisme Jaman Now


Appointment Konsultasi

Anak Terlambat Bicara?

Curiga Anak Anda Autisme?

Anak Anda Didiagnosis Autisme?

Ingin Konsultasi Temu Muka Lebih Lanjut Dengan Dokter Khusus Autisme?

Aplikasi ini untuk melakukan/mendapatkan penjadwalan tanggal dan jam untuk Konsultasi Temu Muka dengan DOKTER KHUSUS yang menangani Autisme di KID ABA Ultimate, Grand Wisata, Tambun Selatan, Bekasi 17510, Jawa Barat, Indonesia


(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)


Diagnosis App

Anak Terlambat Bicara?

Apakah Anak Anda Autisme?

Aplikasi Untuk Diagnosis Autisme

Aplikasi ini untuk digunakan dokter / orangtua / keluarga / guru / terapis / profesional / klinik atau siapapun, untuk keperluan penyaring (SCREENING kemungkinan autisme ataukah tidak) maupun DIAGNOSIS autisme itu sendiri.


(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)


Smart BIT-App

Aplikasi Untuk Pelaksanaan Smart BIT (Biomedical Intervention Therapy) Untuk Autisi (Penyandang Autisme)

Smart BIT terdiri dari Comprehensive Diet, Obat, dan Suplemen.
Aplikasi ini untuk membantu orangtua (dan dokter) dalam pelaksanaannya


(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)


Smart ABA-App

Aplikasi Untuk Pelaksanaan Smart ABA (Applied Behavior Analysis) Untuk Autisi (Penyandang Autisme)

Aplikasi ini meliputi Kurikulum Sistematik, Penilaian Berlangsungnya Teaching Session, Pelaporan Sesi dan Pekanan, Bimbingan dan Konsultasi Masalah


(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)


Kursus Smart-ABA

Aplikasi Untuk Mempelajari Teori dan Praktek Smart ABA (Applied Behavior Analysis) Untuk Autisi (Penyandang Autisme)

Aplikasi ini meliputi Pengajaran Teori dan Tehnik Praktis yang berhubungan langsung untuk pelaksanaan Smart ABA yang baik dan benar, Simulasi, serta Bimbingan dan Konsultasi


(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)

Rudy Sutadi - Bapak ABA Indonesia

 

Autisme ? Siapa Takuuut...?!
Autism Is Cureable !   Autism Is Treatable !   Autisme Bisa Sembuh !
Ayo Verbal...! Ayo Sekolah Reguler...!


Rudy Sutadi - Autisme ABA Applied Behavior Analysis

Rudy Sutadi, seorang dokter spesialis anak, mempelajari autisme dan penanganannya awalnya untuk kebutuhan sendiri yaitu untuk menterapi putra pertamanya.
Setelah anaknya mengalami kemajuan, maka banyak orangtua, terapis, dokter, dan profesional lainnya yang ingin mengetahui penanganan autisme yang benar. Sehingga kemudian dokter Rudy memberikan berbagai pelatihan/ workshop, seminar dan simposium di berbagai universitas/ fakultas serta perkumpulan-perkumpulan/ kelompok-kelompok/ yayasan-yayasan autisme di seluruh Indonesia.

Awalnya dokter Rudy Sutadi memeriksakan anaknya yang walaupun sudah berusia 2 tahun 5 bulan namun belum bisa bicara, ke senior dan gurunya yaitu dr. Hardiono D. Poesponegoro, SpAK, pada akhir Desember 1996 di tempat praktek pribadinya di kawasan Kelapa Gading.
Oleh dokter Hardiono, kemudian dirujuk ke dr. Melly Budhiman, SpKJ, yang berpraktek di RS MMC, dengan surat keterangan "kemungkinan retardasi mental, mudah-mudahan bukan autisme". Yang kemudian dijawab oleh dokter Melly pada awal Januari 1997 dengan surat keterangan bahwa anak tersebut adalah "PDD Autisme".

Itulah awal yang kemudian merubah jalan hidup dokter Rudy yang sebelumnya sehari-harinya mengelola sebuah rumah sakit kecil di Jakarta dan beberapa puluh Klinik Dokter 24 Jam di Jakarta, Bogor, dan Sukabumi.
"Wah, saya waktu itu tidak tahu apa-apa tentang autisme, apalagi penanganannya", begitu dokter Rudy memulai kisahnya.
Menurut dokter Rudy Sutadi, dulu saat beliau menjalani pendidikan dokter di FKUI, maupun saat menjalani pendidikan spesialis anak di Bagian IKA (Ilmu Kesehatan Anak) FKUI/RSCM (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Dokter Cipto Mangunkusumo) di Jakarta, sama sekali tidak pernah diajarkan tentang autisme apalagi penanganannya.

Dulu saat menjalani pendidikan spesialis anak tersebut, ketika masih yunior mendapat giliran tugas di Poliklinik Umum Anak (IKA FKUI/RSCM) tersebut, jika ada pasien anak-anak yang terlambat bicara, ketika ditanyakan ke seniornya, dikatakan supaya dirujuk ke Poliklinik Nerologi Anak (IKA FKUI/RSCM) saja.
Dan setelah tahun berlalu, saat beliau bergiliran tugas di Poliklinik Nerologi Anak, ketika mendapat rujukan dari Poliklinik Umum Anak, oleh senior dan gurunya, dianjurkan untuk dirujuk ke Sub Bagian Psikiatri Anak, Bagian Kedokteran Jiwa FKUI/RSCM.
Sempat terlintas dalam pikiran dokter Rudy, "kenapa ya dirujuknya ke Bagian Jiwa…?" Namun segera saja hal itu terlupakannya oleh karena banyak kesibukan saat menjalani pendidikan tersebut, termasuk juga beliau tidak ingat untuk menanyakan hal tersebut pada tahun berikutnya ketika bergiliran stase selama 1,5 bulan di Bagian Kedokteran Jiwa.

"Lebih tepatnya 'sih' seharusnya anak-anak autistik ditangani oleh Dokter Spesialis Anak, bukan oleh Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiater), karena ini 'kan' termasuk masalah perkembangan anak, kelompok diagnosisnya saja -Pervasive Development Disorder- yaitu Gangguan Perkembangan Luas", begitu dokter Rudy menandaskan.
Lalu, kenapa Dokter Jiwa (Psikiater) menangani autisme? "'Weleh', itu karena salah kaprah dulunya. Dulu autisme ini disangka sakit gila yang terjadi pada anak-anak, sehingga ditangani oleh Dokter Jiwa (Psikiater). Sehingga pada DSM-1 (tahun 1952) autisme didiagnosis sebagai “Schizophrenic Reaction, Childhood Type”, dan pada DSM-2 (tahun 1968) autisme dimasukkan dalam kategori “Schizophrenia, Childhood Type”, kemudian pada DSM-3 (tahun 1980) disebut sebagai “Infantile Autism”. Barulah pada tahun 1980-an hal ini dikoreksi, sehingga pada DSM-3R (revision, tahun 1987) dan seterusnya (DSM-4 tahun 1994, DSM-4R tahun 2000), autisme dikategorikan sendiri, yaitu sebagai “Autistic Disorder”, demikian tambah dokter Rudy.

Pada awal tahun 1997 itu di Indonesia sangat sedikit sekali dokter/orang yang mengetahui apalagi faham tentang autisme, terlebih lagi penanganan yang benar. Paling maksimal disebutkan "Pendidikan Khusus" untuk penanganannya, namun tidak dapat menerangkan pendidikan khusus yang bagaimana ketika ditanyakan lebih lanjut.
Tanpa membuang waktu, dokter Rudy saat itu segera memasukkan anaknya di sebuah tempat terapi yang dianjurkan. Namun dokter Rudy Sutadi tidak puas melihat penanganannya, "doesn't make sense" ujarnya.

Kemudian dimulailah perburuan dokter Rudy ke satu tempat-terapi dan ke tempat-terapi yang lain, namun paling bertahan hanya beberapa hari sampai 1-2 minggu.
"Tempat-tempat terapi yang ada di Jakarta saat itu tidak khusus menangani autisme, sehingga metode yang digunakan tidak khusus untuk anak-anak autistik. Tempat-tempat terapi yang ada itu sebenarnya tadinya menangani anak-anak retardasi mental, speech-delay, Down's syndrome, cerebral palsy, dlsb, namun kemudian mereka menerima juga anak-anak autistik. Sehingga kemampuan/keilmuan/metode yang mereka gunakan untuk anak-anak non-autistik, kemudian mereka terapkan begitu saja kepada anak-anak autistik".
"Jelas tidak sesuai" begitu tukas dokter Rudy Sutadi.

Begitu juga dengan penanganan medis, saat itu anak-anak autistik ditangani oleh Dokter Ahli Jiwa (Psikiater), yang hanya memberikan obat-obat psikotropik saja.
"Padahal untuk autisme, obat-obat psikotropik sebenarnya merupakan pilihan terakhir, yaitu jika dengan moda terapi yang lain, yaitu ABA (Applied Behavior Analysis) dan BIT (Biomedical Intervention Therapy) tidak bisa atau sulit teratasi, sehingga diperlukan tambahan (bukan utama) bantuan obat psikotropik, yang hanya sekedar membantu saja dan bukan direncanakan untuk diberikan terus-menerus apalagi sampai bertahun-tahun", begitu yang diterangkan oleh dokter Rudy Sutadi.

Akhirnya kemudian dokter Rudy melakukan... searching/browsing di Internet. Pada awal tahun 1997 itu tidak ditemukan situs-situs tentang autisme yang berbahasa Indonesia, namun sangat banyak sekali yang berbahasa Inggris. Kemudian dokter Rudy mencetak berbagai materi yang ditemukannya itu dengan laserjet-printer, "sekali mem-print, ada dua sampai tiga rim" ujarnya. Nah, hal itu jelas membuat dokter Rudy bingung, "wah, harus mulai baca dari mana…?" begitu pikirnya.
Mulailah dokter Rudy secara marathon membaca berbagai materi yang telah dicetaknya itu, "seluruh waktu yang ada saya gunakan untuk baca, baca, dan baca, hanya dipotong makan serta sholat, dan juga tertidur jika sudah kelelahan, bukannya tidur lho..." ujarnya sambil tergelak.

Sampai akhirnya dokter Rudy membaca tentang ABA (Applied Behavior Analysis), "wah saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap ABA", selorohnya.
Kenapa begitu? "Iya, karena ABA untuk autisme ini dasarnya telah dikembangkan sejak hampir 1 abad waktu itu (saat ini sudah lebih dari 1 abad – red.), kemudian kelebihannya antara lain metodenya yang sistematik, terstruktur, dan terukur, di samping telah terbukti pada banyak sekali penelitian bahwa ternyata efektif dan efisien".

"Maksudnya sistematik yaitu adanya rangkaian yang jelas dalam kurikulum/program/ aktivitas, sehingga tahapannya berkesinambungan dari satu program/aktivitas ke program/aktivitas selanjutnya, setelah satu program/aktivitas, what-next, apalagi kelanjutannya", begitu penjelasan dokter Rudy yang sangat terkenal dan sangat piawai serta sangat bersemangat dalam menerangkan serta menjelaskan berbagai seluk-beluk ABA. Sehingga tidak heran kalau banyak orang di Indonesia yang menyebutkannya sebagai ABA-nya dokter Rudy, bahkan beliau juga dinyatakan sebagai BAPAK ABA Indonesia.

"Maksudnya terstruktur adalah adanya tehnik yang telah sangat jelas dalam menjalankan teaching-session, seperti misalnya DTT, DT, EO/TP, dlsb, yang telah dikembangkan oleh para ahli serta praktisi, sehingga saat ini bisa dikatakan almost perfect".
"Maksudnya terukur yaitu adanya lembar penilaian pada semua program/aktivitas dalam teaching session, sehingga kita bisa dengan secara yakin mengatakan bahwa anak sudah ataukah belum bisa/menguasai/mampu dalam suatu/berbagai hal".

Setelah itu dokter Rudy banyak membeli berbagai buku tentang ABA melalui amazon.com serta mengikuti berbagai workshop, seminar/simposium, short-course, summer-course, dlsb, di Amerika dan Australia.
"Alhamdulillah saat itu belum krismon (krisis moneter tahun 1998 – red.), sehingga terasa cukup ringan untuk memborong berbagai buku dan teaching-material dari internet maupun pada berbagai acara di Amerika dan Australia)", begitu dokter Rudy mensyukuri.
Namun pembelajaran dokter Rudy tetap berlanjut, "tiga sampai empat kali dalam setahun saya ke Amerika untuk mengikuti berbagai workshop, seminar, simposium, short-course, summer-course, dlsb, tentang autisme serta penanganannya, khususnya ABA dan BIT. Oleh karena pada berbagai workshop maupun course, tidak pernah diberikan penerangan ABA secara menyeluruh dari A sampai Z, selalu hanya mosaik-mosaiknya saja. Setelah saya ikut banyak workshop dan course, serta membaca banyak buku, barulah saya bisa menyatukan kepingan-kepingan itu sehingga mendapat gambaran yang jelas serta menyeluruh. Jadi, jangan harap dengan hanya mengikuti 1-2 kali kegiatan di luar negeri saja akan bisa mengetahui, faham, dan menguasai ABA untuk autisme secara keseluruhan".

Namun perjuangan dokter Rudy tidak mudah begitu saja dalam penyembuhan anaknya. Ketika mulai mempelajari ABA pada awal tahun 1997 itu, tidak ada profesional yang bisa membantu, bahkan ada seorang speech-therapist lulusan Filipina yang saat itu diharapkan untuk membantu (oleh karena buku-buku yang dibeli dalam bahasa Inggris, sehingga diharapkan beliau itu tidak kesulitan dalam membaca dan mempelajarinya), namun komentarnya "saya tidak menangani pre-speech therapy, karena anaknya masih belum bisa duduk tenang dan tidak ada kontak mata".

Mulailah kemudian dokter Rudy berjibaku menanangani sendiri anaknya dengan dibantu oleh baby-sitter. Dan bukan hal yang mudah sebagai seorang ayah untuk menterapi anak autistiknya, oleh karena jika anaknya menangis, teaching-session harus tetap diteruskan agar supaya anak tidak mendapat ide (tidak belajar) bahwa "teaching-session akan berhenti jika saya menangis", tetapi anak akan mendapat selingan-selingan istirahat-istirahat pendek/singkat jika melakukan instruksi-instruksi (baik dengan prompt ataupun tanpa prompt).
"Jika anak saya menangis dalam teaching-session, sebagai seorang ayah, inginnya saya menggendongnya, mengusap-usapnya, menghiburnya, namun itu tidak boleh saya lakukan kecuali saat break-break (baca: brik-brik, istirahat pendek/singkat seperti diterangkan sebelumnya – red.)", kemudian lanjutnya "hancur dan remuk-redamlah hati saya saat itu, namun saya harus kuatkan dan tetap berkeras hati demi kepentingan dan kemajuan anak saya itu", begitu kenangnya, "dan hal itu rupanya menggores sangat dalam di hati saya, hingga sekarang masih kuat dalam ingatan tentang ekspresi tangis anak saya itu serta kesedihan saya, bahkan sampai sekarangpun masih sangat terasa sakit dan sedihnya jika teringat kembali".

ABA sendiri dasar-dasarnya telah dikembangkan lebih dari satu abad yang lalu, kemudian pada tahun 1962 Prof. Lovaas dengan UCLA Project nya menerapkan ABA untuk autisme, dan hasilnya dipublikasikan pada tahun 1997. Sehingga ABA untuk autisme dikenal juga sebagai Metode Lovaas. Namun barulah pada tahun 1995 ABA untuk autisme terkenal ke seluruh dunia, yaitu setelah Catherine Maurice menerbitkan bukunya yang berjudul "Let Me Hear Your Voice". Dalam buku tersebut, Catherine Maurice (nama samaran) menceriterakan anak pertamanya yang autistik, kemudian berhasil sembuh setelah ditangani oleh team Prof. Lovaas tersebut. Bahkan anak keduanya yang kemudian juga autistik, juga sembuh setelah diterapi dengan ABA ini.

Di Indonesia, ABA mulai disebarluaskan dan dipopulerkan oleh dokter Rudy Sutadi, yang awalnya melalui YAI (Yayasan Autisme Indonesia) yang didirikan oleh dokter Melly serta beliau dan bersama dengan beberapa dokter serta beberapa orangtua dari anak-anak penyandang autisme.
Seminar pertama tentang autisme dan penanganannya diadakan pada Agustus 1997, dan pelatihan ABA pertama-tama dilangsungkan dua minggu kemudian dan pada Desember 1997. Sejak itulah dokter Rudy aktif memberikan berbagai seminar, simposium, dan pelatihan tentang ABA ini ke berbagai kota di seluruh Indonesia, yaitu ke berbagai universitas/fakultas serta berbagai kelompok-masyarakat (perkumpulan, yayasan, tempat terapi, dlsb).
Oleh karena itu, tidaklah heran bahwa ABA untuk autisme di Indonesia oleh beberapa orang dikatakan sebagai ABAnya dokter Rudy, bahkan beliau dinyatakan sebagai BAPAK ABA Indonesia. Beliau juga pernah dipercaya sebagai Dosen Luar Biasa di UNJ (Universitas Negeri Jakarta) dengan mengampu mata kuliah Pendidikan Luar Biasa.

Oleh karena itu, kepakaran dan keahlian dokter Rudy tidak diragukan lagi. Memang sampai sekarang tidak ada pendidikan keahlian khusus autisme di Indonesia maupun di luar negeri yang memberikan gelar ahli autisme; Sebagaimana juga tidak ada pendidikan keahlian khusus tifus, sindrom Down, cerebral palsy, dlsb, yang memberikan gelar ahli tifus, ahli sindrom Down, ahli cerebral palsy, dlsb.
Namun kepakaran/keahlian dokter Rudy sudah diakui oleh masyarakat luas, selain itu juga seperti yang dikemukakan oleh Prof. DR. dr. H. Sofyan Ismael, SpAK, dalam rapat di Dirjen Yanmed Depkes RI (Direktorat Jenderal Pelayanan Medis, Departemen Kesehatan RI) pada tahun 2003, bahwa "seseorang dokter dikatakan ahli dalam suatu bidang jika, pertama, yang bersangkutan mempunyai ilmu di dalam bidang itu, kedua, yang bersangkutan sehari-hari berkecimpung dalam bidang itu, ketiga, ada pengakuan dari sejawatnya".
Kemudian lanjut Prof. Sofyan, "nah, seperti misalnya saya, kalau ada pasien autisme, ya saya langsung rujuk saja ke dokter Rudy, itu merupakan bentuk pengakuan dari sejawat, karena saya sendiri tidak mendalami autisme".

Kiprah dokter Rudy Sutadi paling menonjol adalah dibukanya Klinik Konsultasi dan Terapi untuk autisme di Jakarta Selatan, dan KID-Autis (Klinik Intervensi Dini Autisme) di Jakarta Timur (Sekarang menjadi KID ABA - Klinik Intervensi Dini Applied Behavior Analysis, di Grand Wisata, Bekasi). Di klinik ini, masyarakat dapat berkonsultasi dan melakukan terapi autis.
Tujuan utamanya adalah untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa ABA yang disebarluaskan dan dipopulerkannya bukan sekedar ilmu di atas kertas saja, tetapi memang benar bisa diterapkan dan terbukti kebenarannya. Di samping tentunya untuk secara langsung menangani anak-anak autistik serta sebagai sarana pendidikan dan pelatihan bagi terapis-terapis untuk menangani anak-anak lainnya yang tidak mungkin tertangani seluruhnya oleh KID Autis (sekarang KID ABA)

Di lingkup nasional dokter Rudy dipercaya menjadi ketua Kongres/Konferensi Nasional Autisme Indonesia (KNAI) yang digelar pertama kali di Jakarta, pada awal Mei 2003 lalu. KNAI diselenggarakan oleh Perhimpunan Autisme Indonesia, bertujuan menggugah kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanganan dini autisme.

Tak hanya di dalam negeri, sepak terjang suami Lisa R Sutadi ini juga diakui di lingkup internasional. Dokter yang mempunyai dua putra ini, memang gencar melakukan kampanye deteksi dini dan intervensi dini terhadap autisme. Beliau aktif di DAN! (Defeat Autism Now!) yang melakukan publikasi tentang autis di media-media lokal dan internasional.
Hanya ada empat dokter ahli dari Indonesia yang bergabung bersama DAN!, yakni Melly Budhiman, M.D; Kurniati Ihromi Tanjung, MD dan Sasanti Yuniar, MD, serta dokter Rudy ini. Sedangkan yang kemudian ikut dalam DAN! Think-Thank adalah dokter Rudy Sutadi ini serta dokter Nia Ihromi Tanjung, dan dokter Rina Adelaine.
DAN adalah organisasi yang dibentuk tahun 1995, yang terdiri dari peneliti dan ilmuwan dari berbagai Negara. Aktif berkampanye pencegahan dan terapi autis anak. Organisasi ini berada di bawah lembaga ARI (Autism Research Institute) yang bermarkas di San Diego, Amerika.

Tentang orang-orangtua maupun anak-anak autistik mereka yang telah sembuh namun tidak mau mengakui dan/atau menyembunyikan bahwa mereka/anak-mereka adalah mantan-autistik, pendapat dokter Rudy Sutadi adalah "Biarkan mereka memilih, apakah ingin tampil sebagai mantan-autistik ataukah bukan, kita harus menghormati keinginan mereka, apapun alasannya. Namun sebenarnya jika mereka tampil sebagai mantan-autistik, hal itu dapat memberi semangat kepada banyak orangtua untuk serius dan tetap serius menangani anak-anak autistik mereka, dan memberi harapan nyata kepada mereka, bukannya suatu harapan palsu, yaitu bahwa autisme ini bisa sembuh".

Tentang sekolah khusus autisme, dokter Rudy sangat tidak setuju dan sangat menentangnya. "Anak autistik harus disekolahkannya di sekolah reguler, agar supaya mereka mencontoh dan belajar dari lingkungannya tentang berbagai hal dari anak-anak lain yang tanpa gangguan/masalah, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lain seumumnya. Karena jika seorang anak autistik digabungkan bersama anak-anak autistik lain ataupun anak-anak yang mempunyai gangguan/masalah lain, maka dia akan mencontoh perilaku yang tidak sesuai yang bukan standar yang benar di masyarakat umum".
"Namun," lanjut dokter Rudy, "memang kita tidak memasukkan anak autistik begitu saja ke sekolah reguler, mereka terlebih dahulu harus ditangani secara dini, intensif, dan optimal, dengan ABA dan BIT. Setelah memenuhi kriteria school-readiness, barulah mereka mulai disekolahkan, dilakukan transisi dari yang tadinya teaching-room secara one-on-one, ke lingkungan sekolah yang one-to-many, many-to-one, dan many-to-many. Tetapi dengan didampingi oleh shadow yang bertugas antara lain menjembatani anak dengan lingkungannya, serta mencatat berbagai masalah yang ada untuk kemudian diajarkan/dilatih di teaching-room yang jika perlu dengan simulasi dan replikasi, untuk kemudian digeneralisasi di lingkungan sekolah".

Pesan dokter Rudy dalam mengakhir penuturannya, yaitu bahwa dulu autisme dikatakan sebagai suatu kondisi yang tidak punya harapan dan tidak bisa sembuh, namun dengan berbagai kemajuan dalam terapinya terutama ABA dan BIT (Applied Behavior Analysis dan Biomedical Intervention Therapy), ternyatalah bahwa autisme ini bisa disembuhkan. Sehingga saat ini mungkin kita sudah bisa mengatakan "Autisme? Siapa takuuut…??? Autism is curable! Autism is treatable! Autisme bisa sembuh!!!"

 

"Ayo verbal…! ayo sekolah reguler…!"
Jakarta/Bekasi, Juni 2012 (edisi Revisi)
(revisi minor 03 Maret 2024)
Sumber: Diambil dari berbagai sumber

Contact Person Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI:
Liza / Arneliza Anwar
KID-ABA Autism Center
(Klinik Intervensi Dini Applied Behavior Analysis)
Grand Wisata Blok AA 11 No.56-57-58, Tambun, Bekasi 17510
Jawa Barat, Indonesia
Telpon/WA Admin: +62 812-8905-6000
liza_rudy[et]yahoo.com
(mohon [et] diganti dengan @ untuk menghindari spam)

Artikel ini juga bisa dibaca di kid-aba.com

KID ABA Shop

Tersedia Berbagai Kebutuhan Pro Autisi

10 Jenis Beras, 5 Macam Daging HALAL, 6 Minyak Goreng, Garam Himalaya, Alat Masak Kaca, Wadah Kaca, Botol Kaca, Sendok Kayu, Sabun Mandi, Sabun Cuci, Siwak, dlsb


(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)



Lowongan Terapis

Sebagai Terapis Smart ABA

(Smart Applied Behavior Analysis)
Untuk Autisi (Penyandang Autisme)

  • Wanita Muslimah, Taat Dan Takut Pada Allah
  • Rutin Shalat Awal Waktu, Dan Hafal Minimal Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas
  • Bersedia Menggunakan Busana Muslimah Syar'i (Diberikan)
  • S1 (Sarjana) Lulusan Apapun (Semua Jurusan, Misalnya Ekonomi, Hukum, Tehnik, Informatika, Pertanian, Peternakan, Gizi, Keperawatan, Matematika, Biologi, Pendidikan Islam, dlsb)
  • Usia Maksimal 27 Tahun
  • Belum Menikah. Tidak berencana menikah dalam 2 tahun masa kontrak.
  • Sehat Jasmani dan Rohani. Tidak ada penyakit kronis.
  • Tidak Ada Cacat/Masalah Fisik, Tidak Berkacamata, Tidak Cadel, Tidak Ada Masalah Pendengaran, Tidak Menggunakan Alat Bantu Dengar / Lainnya
  • Jujur, Rajin, Amanah, Berakhlak / Beradab / Beretika
  • Bisa Bekerjasama Dalam Team, Dan Bertanggung Jawab
  • Bersedia Mengikuti Training Dan Magang Sekitar 1-6 Bulan/Lebih
  • Bersedia Menjalani Kontrak Ikatan Kerja 3 (Tiga) Tahun
  • Bersedia Ditempatkan Di Seluruh Indonesia (Maupun Seluruh Dunia » Dalam Perencanaan)
  • (Untuk Penempatan Di Seluruh Dunia: Mampu Berbahasa Inggris Aktif » Dalam Perencanaan)
  • Belum Pernah Menangani Autisi (Penyandang Autisme)
  • Bersedia Mengikuti Seluruh Peraturan Tertulis Maupun Tidak Tertulis

CV dan Surat Lamaran:  

Via Email:
terapis@kidaba.com

Via WhatsApp:
+62-85-100-90-6000

Via Pos:
KID-ABA Ultimate, Grand Wisata Blok AA 11 No.56-57-58, Tambun, Bekasi 17510, Jawa Barat, Indonesia

Via Form Website:

(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)

KID ABA Ultimate
Mendidik Generasi Milenial
Menjadi Generasi Qur'ani, Rabbani, Penegak Islam Berakhlak Mulia Sejak Dini


Tanya Ahli

AUTISME...?

Tanyakan Ahlinya ! Gratis

+62-889-8000-6000
(WhatsApp Only)

Mohon tulis nama-lengkap bapak/ibu dan gelar lengkap (jika ada), serta kota tempat tinggal.

Autism Is Curable - Insha Allah
Dengan Smart-ABA dan Smart-BIT

Terapi Autisme Jaman Now


Appointment Konsultasi

Anak Terlambat Bicara?

Curiga Anak Anda Autisme?

Anak Anda Didiagnosis Autisme?

Ingin Konsultasi Temu Muka Lebih Lanjut Dengan Dokter Khusus Autisme?

Aplikasi ini untuk melakukan/mendapatkan penjadwalan tanggal dan jam untuk Konsultasi Temu Muka dengan DOKTER KHUSUS yang menangani Autisme di KID ABA Ultimate, Grand Wisata, Tambun Selatan, Bekasi 17510, Jawa Barat, Indonesia


(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)


Diagnosis App

Anak Terlambat Bicara?

Apakah Anak Anda Autisme?

Aplikasi Untuk Diagnosis Autisme

Aplikasi ini untuk digunakan dokter / orangtua / keluarga / guru / terapis / profesional / klinik atau siapapun, untuk keperluan penyaring (SCREENING kemungkinan autisme ataukah tidak) maupun DIAGNOSIS autisme itu sendiri.


(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)


Smart BIT-App

Aplikasi Untuk Pelaksanaan Smart BIT (Biomedical Intervention Therapy) Untuk Autisi (Penyandang Autisme)

Smart BIT terdiri dari Comprehensive Diet, Obat, dan Suplemen.
Aplikasi ini untuk membantu orangtua (dan dokter) dalam pelaksanaannya


(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)


Smart ABA-App

Aplikasi Untuk Pelaksanaan Smart ABA (Applied Behavior Analysis) Untuk Autisi (Penyandang Autisme)

Aplikasi ini meliputi Kurikulum Sistematik, Penilaian Berlangsungnya Teaching Session, Pelaporan Sesi dan Pekanan, Bimbingan dan Konsultasi Masalah


(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)


Kursus Smart-ABA

Aplikasi Untuk Mempelajari Teori dan Praktek Smart ABA (Applied Behavior Analysis) Untuk Autisi (Penyandang Autisme)

Aplikasi ini meliputi Pengajaran Teori dan Tehnik Praktis yang berhubungan langsung untuk pelaksanaan Smart ABA yang baik dan benar, Simulasi, serta Bimbingan dan Konsultasi


(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)



Lowongan Terapis

Sebagai Terapis Smart ABA

(Smart Applied Behavior Analysis)
Untuk Autisi (Penyandang Autisme)

  • Wanita Muslimah, Taat Dan Takut Pada Allah
  • Rutin Shalat Awal Waktu, Dan Hafal Minimal Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas
  • Bersedia Menggunakan Busana Muslimah Syar'i (Diberikan)
  • S1 (Sarjana) Lulusan Apapun (Semua Jurusan, Misalnya Ekonomi, Hukum, Tehnik, Informatika, Pertanian, Peternakan, Gizi, Keperawatan, Matematika, Biologi, Pendidikan Islam, dlsb)
  • Usia Maksimal 27 Tahun
  • Belum Menikah. Tidak berencana menikah dalam 2 tahun masa kontrak.
  • Sehat Jasmani dan Rohani. Tidak ada penyakit kronis.
  • Tidak Ada Cacat/Masalah Fisik, Tidak Berkacamata, Tidak Cadel, Tidak Ada Masalah Pendengaran, Tidak Menggunakan Alat Bantu Dengar / Lainnya
  • Jujur, Rajin, Amanah, Berakhlak / Beradab / Beretika
  • Bisa Bekerjasama Dalam Team, Dan Bertanggung Jawab
  • Bersedia Mengikuti Training Dan Magang Sekitar 1-6 Bulan/Lebih
  • Bersedia Menjalani Kontrak Ikatan Kerja 3 (Tiga) Tahun
  • Bersedia Ditempatkan Di Seluruh Indonesia (Maupun Seluruh Dunia » Dalam Perencanaan)
  • (Untuk Penempatan Di Seluruh Dunia: Mampu Berbahasa Inggris Aktif » Dalam Perencanaan)
  • Belum Pernah Menangani Autisi (Penyandang Autisme)
  • Bersedia Mengikuti Seluruh Peraturan Tertulis Maupun Tidak Tertulis

CV dan Surat Lamaran:  

Via Email:
terapis@kidaba.com

Via WhatsApp:
+62-85-100-90-6000

Via Pos:
KID-ABA Ultimate, Grand Wisata Blok AA 11 No.56-57-58, Tambun, Bekasi 17510, Jawa Barat, Indonesia

Via Form Website:

(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)

KID ABA Ultimate
Mendidik Generasi Milenial
Menjadi Generasi Qur'ani, Rabbani, Penegak Islam Berakhlak Mulia Sejak Dini


Rudy Sutadi - Bapak ABA Indonesia

 

Autisme ? Siapa Takuuut...?!
Autism Is Cureable !   Autism Is Treatable !   Autisme Bisa Sembuh !
Ayo Verbal...! Ayo Sekolah Reguler...!


Rudy Sutadi - Autisme ABA Applied Behavior Analysis

Rudy Sutadi, seorang dokter spesialis anak, mempelajari autisme dan penanganannya awalnya untuk kebutuhan sendiri yaitu untuk menterapi putra pertamanya.
Setelah anaknya mengalami kemajuan, maka banyak orangtua, terapis, dokter, dan profesional lainnya yang ingin mengetahui penanganan autisme yang benar. Sehingga kemudian dokter Rudy memberikan berbagai pelatihan/ workshop, seminar dan simposium di berbagai universitas/ fakultas serta perkumpulan-perkumpulan/ kelompok-kelompok/ yayasan-yayasan autisme di seluruh Indonesia.

Awalnya dokter Rudy Sutadi memeriksakan anaknya yang walaupun sudah berusia 2 tahun 5 bulan namun belum bisa bicara, ke senior dan gurunya yaitu dr. Hardiono D. Poesponegoro, SpAK, pada akhir Desember 1996 di tempat praktek pribadinya di kawasan Kelapa Gading.
Oleh dokter Hardiono, kemudian dirujuk ke dr. Melly Budhiman, SpKJ, yang berpraktek di RS MMC, dengan surat keterangan "kemungkinan retardasi mental, mudah-mudahan bukan autisme". Yang kemudian dijawab oleh dokter Melly pada awal Januari 1997 dengan surat keterangan bahwa anak tersebut adalah "PDD Autisme".

Itulah awal yang kemudian merubah jalan hidup dokter Rudy yang sebelumnya sehari-harinya mengelola sebuah rumah sakit kecil di Jakarta dan beberapa puluh Klinik Dokter 24 Jam di Jakarta, Bogor, dan Sukabumi.
"Wah, saya waktu itu tidak tahu apa-apa tentang autisme, apalagi penanganannya", begitu dokter Rudy memulai kisahnya.
Menurut dokter Rudy Sutadi, dulu saat beliau menjalani pendidikan dokter di FKUI, maupun saat menjalani pendidikan spesialis anak di Bagian IKA (Ilmu Kesehatan Anak) FKUI/RSCM (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Dokter Cipto Mangunkusumo) di Jakarta, sama sekali tidak pernah diajarkan tentang autisme apalagi penanganannya.

Dulu saat menjalani pendidikan spesialis anak tersebut, ketika masih yunior mendapat giliran tugas di Poliklinik Umum Anak (IKA FKUI/RSCM) tersebut, jika ada pasien anak-anak yang terlambat bicara, ketika ditanyakan ke seniornya, dikatakan supaya dirujuk ke Poliklinik Nerologi Anak (IKA FKUI/RSCM) saja.
Dan setelah tahun berlalu, saat beliau bergiliran tugas di Poliklinik Nerologi Anak, ketika mendapat rujukan dari Poliklinik Umum Anak, oleh senior dan gurunya, dianjurkan untuk dirujuk ke Sub Bagian Psikiatri Anak, Bagian Kedokteran Jiwa FKUI/RSCM.
Sempat terlintas dalam pikiran dokter Rudy, "kenapa ya dirujuknya ke Bagian Jiwa…?" Namun segera saja hal itu terlupakannya oleh karena banyak kesibukan saat menjalani pendidikan tersebut, termasuk juga beliau tidak ingat untuk menanyakan hal tersebut pada tahun berikutnya ketika bergiliran stase selama 1,5 bulan di Bagian Kedokteran Jiwa.

"Lebih tepatnya 'sih' seharusnya anak-anak autistik ditangani oleh Dokter Spesialis Anak, bukan oleh Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiater), karena ini 'kan' termasuk masalah perkembangan anak, kelompok diagnosisnya saja -Pervasive Development Disorder- yaitu Gangguan Perkembangan Luas", begitu dokter Rudy menandaskan.
Lalu, kenapa Dokter Jiwa (Psikiater) menangani autisme? "'Weleh', itu karena salah kaprah dulunya. Dulu autisme ini disangka sakit gila yang terjadi pada anak-anak, sehingga ditangani oleh Dokter Jiwa (Psikiater). Sehingga pada DSM-1 (tahun 1952) autisme didiagnosis sebagai “Schizophrenic Reaction, Childhood Type”, dan pada DSM-2 (tahun 1968) autisme dimasukkan dalam kategori “Schizophrenia, Childhood Type”, kemudian pada DSM-3 (tahun 1980) disebut sebagai “Infantile Autism”. Barulah pada tahun 1980-an hal ini dikoreksi, sehingga pada DSM-3R (revision, tahun 1987) dan seterusnya (DSM-4 tahun 1994, DSM-4R tahun 2000), autisme dikategorikan sendiri, yaitu sebagai “Autistic Disorder”, demikian tambah dokter Rudy.

Pada awal tahun 1997 itu di Indonesia sangat sedikit sekali dokter/orang yang mengetahui apalagi faham tentang autisme, terlebih lagi penanganan yang benar. Paling maksimal disebutkan "Pendidikan Khusus" untuk penanganannya, namun tidak dapat menerangkan pendidikan khusus yang bagaimana ketika ditanyakan lebih lanjut.
Tanpa membuang waktu, dokter Rudy saat itu segera memasukkan anaknya di sebuah tempat terapi yang dianjurkan. Namun dokter Rudy Sutadi tidak puas melihat penanganannya, "doesn't make sense" ujarnya.

Kemudian dimulailah perburuan dokter Rudy ke satu tempat-terapi dan ke tempat-terapi yang lain, namun paling bertahan hanya beberapa hari sampai 1-2 minggu.
"Tempat-tempat terapi yang ada di Jakarta saat itu tidak khusus menangani autisme, sehingga metode yang digunakan tidak khusus untuk anak-anak autistik. Tempat-tempat terapi yang ada itu sebenarnya tadinya menangani anak-anak retardasi mental, speech-delay, Down's syndrome, cerebral palsy, dlsb, namun kemudian mereka menerima juga anak-anak autistik. Sehingga kemampuan/keilmuan/metode yang mereka gunakan untuk anak-anak non-autistik, kemudian mereka terapkan begitu saja kepada anak-anak autistik".
"Jelas tidak sesuai" begitu tukas dokter Rudy Sutadi.

Begitu juga dengan penanganan medis, saat itu anak-anak autistik ditangani oleh Dokter Ahli Jiwa (Psikiater), yang hanya memberikan obat-obat psikotropik saja.
"Padahal untuk autisme, obat-obat psikotropik sebenarnya merupakan pilihan terakhir, yaitu jika dengan moda terapi yang lain, yaitu ABA (Applied Behavior Analysis) dan BIT (Biomedical Intervention Therapy) tidak bisa atau sulit teratasi, sehingga diperlukan tambahan (bukan utama) bantuan obat psikotropik, yang hanya sekedar membantu saja dan bukan direncanakan untuk diberikan terus-menerus apalagi sampai bertahun-tahun", begitu yang diterangkan oleh dokter Rudy Sutadi.

Akhirnya kemudian dokter Rudy melakukan searching/browsing di Internet. Pada awal tahun 1997 itu tidak ditemukan situs-situs tentang autisme yang berbahasa Indonesia, namun sangat banyak sekali yang berbahasa Inggris. Kemudian dokter Rudy mencetak berbagai materi yang ditemukannya itu dengan laserjet-printer, "sekali mem-print, ada dua sampai tiga rim" ujarnya. Nah, hal itu jelas membuat dokter Rudy bingung, "wah, harus mulai baca dari mana…?" begitu pikirnya.
Mulailah dokter Rudy secara marathon membaca berbagai materi yang telah dicetaknya itu, "seluruh waktu yang ada saya gunakan untuk baca, baca, dan baca, hanya dipotong makan serta sholat, dan juga tertidur jika sudah kelelahan, bukannya tidur lho..." ujarnya sambil tergelak.

Sampai akhirnya dokter Rudy membaca tentang ABA (Applied Behavior Analysis), "wah saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap ABA", selorohnya.
Kenapa begitu? "Iya, karena ABA untuk autisme ini dasarnya telah dikembangkan sejak hampir 1 abad waktu itu (saat ini sudah lebih dari 1 abad – red.), kemudian kelebihannya antara lain metodenya yang sistematik, terstruktur, dan terukur, di samping telah terbukti pada banyak sekali penelitian bahwa ternyata efektif dan efisien".

"Maksudnya sistematik yaitu adanya rangkaian yang jelas dalam kurikulum/program/ aktivitas, sehingga tahapannya berkesinambungan dari satu program/aktivitas ke program/aktivitas selanjutnya, setelah satu program/aktivitas, what-next, apalagi kelanjutannya", begitu penjelasan dokter Rudy yang sangat terkenal dan sangat piawai serta sangat bersemangat dalam menerangkan serta menjelaskan berbagai seluk-beluk ABA. Sehingga tidak heran kalau banyak orang di Indonesia yang menyebutkannya sebagai ABA-nya dokter Rudy, bahkan beliau juga dinyatakan sebagai BAPAK ABA Indonesia.

"Maksudnya terstruktur adalah adanya tehnik yang telah sangat jelas dalam menjalankan teaching-session, seperti misalnya DTT, DT, EO/TP, dlsb, yang telah dikembangkan oleh para ahli serta praktisi, sehingga saat ini bisa dikatakan almost perfect".
"Maksudnya terukur yaitu adanya lembar penilaian pada semua program/aktivitas dalam teaching session, sehingga kita bisa dengan secara yakin mengatakan bahwa anak sudah ataukah belum bisa/menguasai/mampu dalam suatu/berbagai hal".

Setelah itu dokter Rudy banyak membeli berbagai buku tentang ABA melalui amazon.com serta mengikuti berbagai workshop, seminar/simposium, short-course, summer-course, dlsb, di Amerika dan Australia.
"Alhamdulillah saat itu belum krismon (krisis moneter tahun 1998 – red.), sehingga terasa cukup ringan untuk memborong berbagai buku dan teaching-material dari internet maupun pada berbagai acara di Amerika dan Australia)", begitu dokter Rudy mensyukuri.
Namun pembelajaran dokter Rudy tetap berlanjut, "tiga sampai empat kali dalam setahun saya ke Amerika untuk mengikuti berbagai workshop, seminar, simposium, short-course, summer-course, dlsb, tentang autisme serta penanganannya, khususnya ABA dan BIT. Oleh karena pada berbagai workshop maupun course, tidak pernah diberikan penerangan ABA secara menyeluruh dari A sampai Z, selalu hanya mosaik-mosaiknya saja. Setelah saya ikut banyak workshop dan course, serta membaca banyak buku, barulah saya bisa menyatukan kepingan-kepingan itu sehingga mendapat gambaran yang jelas serta menyeluruh. Jadi, jangan harap dengan hanya mengikuti 1-2 kali kegiatan di luar negeri saja akan bisa mengetahui, faham, dan menguasai ABA untuk autisme secara keseluruhan".

Namun perjuangan dokter Rudy tidak mudah begitu saja dalam penyembuhan anaknya. Ketika mulai mempelajari ABA pada awal tahun 1997 itu, tidak ada profesional yang bisa membantu, bahkan ada seorang speech-therapist lulusan Filipina yang saat itu diharapkan untuk membantu (oleh karena buku-buku yang dibeli dalam bahasa Inggris, sehingga diharapkan beliau itu tidak kesulitan dalam membaca dan mempelajarinya), namun komentarnya "saya tidak menangani pre-speech therapy, karena anaknya masih belum bisa duduk tenang dan tidak ada kontak mata".

Mulailah kemudian dokter Rudy berjibaku menangani sendiri anaknya dengan dibantu oleh baby-sitter. Dan bukan hal yang mudah sebagai seorang ayah untuk menterapi anak autistiknya, oleh karena jika anaknya menangis, teaching-session harus tetap diteruskan agar supaya anak tidak mendapat ide (tidak belajar) bahwa "teaching-session akan berhenti jika saya menangis", tetapi anak akan mendapat selingan-selingan istirahat-istirahat pendek/singkat jika melakukan instruksi-instruksi (baik dengan prompt ataupun tanpa prompt).
"Jika anak saya menangis dalam teaching-session, sebagai seorang ayah, inginnya saya menggendongnya, mengusap-usapnya, menghiburnya, namun itu tidak boleh saya lakukan kecuali saat break-break (baca: brik-brik, istirahat pendek/singkat seperti diterangkan sebelumnya – red.)", kemudian lanjutnya "hancur dan remuk-redamlah hati saya saat itu, namun saya harus kuatkan dan tetap berkeras hati demi kepentingan dan kemajuan anak saya itu", begitu kenangnya, "dan hal itu rupanya menggores sangat dalam di hati saya, hingga sekarang masih kuat dalam ingatan tentang ekspresi tangis anak saya itu serta kesedihan saya, bahkan sampai sekarangpun masih sangat terasa sakit dan sedihnya jika teringat kembali".

ABA sendiri dasar-dasarnya telah dikembangkan lebih dari satu abad yang lalu, kemudian pada tahun 1962 Prof. Lovaas dengan UCLA Project nya menerapkan ABA untuk autisme, dan hasilnya dipublikasikan pada tahun 1997. Sehingga ABA untuk autisme dikenal juga sebagai Metode Lovaas. Namun barulah pada tahun 1995 ABA untuk autisme terkenal ke seluruh dunia, yaitu setelah Catherine Maurice menerbitkan bukunya yang berjudul "Let Me Hear Your Voice". Dalam buku tersebut, Catherine Maurice (nama samaran) menceriterakan anak pertamanya yang autistik, kemudian berhasil sembuh setelah ditangani oleh team Prof. Lovaas tersebut. Bahkan anak keduanya yang kemudian juga autistik, juga sembuh setelah diterapi dengan ABA ini.

Di Indonesia, ABA mulai disebarluaskan dan dipopulerkan oleh dokter Rudy Sutadi, yang awalnya melalui YAI (Yayasan Autisme Indonesia) yang didirikan oleh dokter Melly serta beliau dan bersama dengan beberapa dokter serta beberapa orangtua dari anak-anak penyandang autisme.
Seminar pertama tentang autisme dan penanganannya... diadakan pada Agustus 1997, dan pelatihan ABA pertama-tama dilangsungkan dua minggu kemudian dan pada Desember 1997. Sejak itulah dokter Rudy aktif memberikan berbagai seminar, simposium, dan pelatihan tentang ABA ini ke berbagai kota di seluruh Indonesia, yaitu ke berbagai universitas/fakultas serta berbagai kelompok-masyarakat (perkumpulan, yayasan, tempat terapi, dlsb).
Oleh karena itu, tidaklah heran bahwa ABA untuk autisme di Indonesia oleh beberapa orang dikatakan sebagai ABAnya dokter Rudy, bahkan beliau dinyatakan sebagai BAPAK ABA Indonesia. Beliau juga pernah dipercaya sebagai Dosen Luar Biasa di UNJ (Universitas Negeri Jakarta) dengan mengampu mata kuliah Pendidikan Luar Biasa.

Oleh karena itu, kepakaran dan keahlian dokter Rudy tidak diragukan lagi. Memang sampai sekarang tidak ada pendidikan keahlian khusus autisme di Indonesia maupun di luar negeri yang memberikan gelar ahli autisme; Sebagaimana juga tidak ada pendidikan keahlian khusus tifus, sindrom Down, cerebral palsy, dlsb, yang memberikan gelar ahli tifus, ahli sindrom Down, ahli cerebral palsy, dlsb.
Namun kepakaran/keahlian dokter Rudy sudah diakui oleh masyarakat luas, selain itu juga seperti yang dikemukakan oleh Prof. DR. dr. H. Sofyan Ismael, SpAK, dalam rapat di Dirjen Yanmed Depkes RI (Direktorat Jenderal Pelayanan Medis, Departemen Kesehatan RI) pada tahun 2003, bahwa "seseorang dokter dikatakan ahli dalam suatu bidang jika, pertama, yang bersangkutan mempunyai ilmu di dalam bidang itu, kedua, yang bersangkutan sehari-hari berkecimpung dalam bidang itu, ketiga, ada pengakuan dari sejawatnya".
Kemudian lanjut Prof. Sofyan, "nah, seperti misalnya saya, kalau ada pasien autisme, ya saya langsung rujuk saja ke dokter Rudy, itu merupakan bentuk pengakuan dari sejawat, karena saya sendiri tidak mendalami autisme".

Kiprah dokter Rudy Sutadi paling menonjol adalah dibukanya Klinik Konsultasi dan Terapi untuk autisme di Jakarta Selatan, dan KID-Autis (Klinik Intervensi Dini Autisme) di Jakarta Timur (Sekarang menjadi KID ABA - Klinik Intervensi Dini Applied Behavior Analysis, di Grand Wisata, Bekasi). Di klinik ini, masyarakat dapat berkonsultasi dan melakukan terapi autis.
Tujuan utamanya adalah untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa ABA yang disebarluaskan dan dipopulerkannya bukan sekedar ilmu di atas kertas saja, tetapi memang benar bisa diterapkan dan terbukti kebenarannya. Di samping tentunya untuk secara langsung menangani anak-anak autistik serta sebagai sarana pendidikan dan pelatihan bagi terapis-terapis untuk menangani anak-anak lainnya yang tidak mungkin tertangani seluruhnya oleh KID Autis (sekarang KID ABA)

Di lingkup nasional dokter Rudy dipercaya menjadi ketua Kongres/Konferensi Nasional Autisme Indonesia (KNAI) yang digelar pertama kali di Jakarta, pada awal Mei 2003 lalu. KNAI diselenggarakan oleh Perhimpunan Autisme Indonesia, bertujuan menggugah kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanganan dini autisme.

Tak hanya di dalam negeri, sepak terjang suami Lisa R Sutadi ini juga diakui di lingkup internasional. Dokter yang mempunyai dua putra ini, memang gencar melakukan kampanye deteksi dini dan intervensi dini terhadap autisme. Beliau aktif di DAN! (Defeat Autism Now!) yang melakukan publikasi tentang autis di media-media lokal dan internasional.
Hanya ada empat dokter ahli dari Indonesia yang bergabung bersama DAN!, yakni Melly Budhiman, M.D; Kurniati Ihromi Tanjung, MD dan Sasanti Yuniar, MD, serta dokter Rudy ini. Sedangkan yang kemudian ikut dalam DAN! Think-Thank adalah dokter Rudy Sutadi ini serta dokter Nia Ihromi Tanjung, dan dokter Rina Adelaine.
DAN adalah organisasi yang dibentuk tahun 1995, yang terdiri dari peneliti dan ilmuwan dari berbagai Negara. Aktif berkampanye pencegahan dan terapi autis anak. Organisasi ini berada di bawah lembaga ARI (Autism Research Institute) yang bermarkas di San Diego, Amerika.

Tentang orang-orangtua maupun anak-anak autistik mereka yang telah sembuh namun tidak mau mengakui dan/atau menyembunyikan bahwa mereka/anak-mereka adalah mantan-autistik, pendapat dokter Rudy Sutadi adalah "Biarkan mereka memilih, apakah ingin tampil sebagai mantan-autistik ataukah bukan, kita harus menghormati keinginan mereka, apapun alasannya. Namun sebenarnya jika mereka tampil sebagai mantan-autistik, hal itu dapat memberi semangat kepada banyak orangtua untuk serius dan tetap serius menangani anak-anak autistik mereka, dan memberi harapan nyata kepada mereka, bukannya suatu harapan palsu, yaitu bahwa autisme ini bisa sembuh".

Tentang sekolah khusus autisme, dokter Rudy sangat tidak setuju dan sangat menentangnya. "Anak autistik harus disekolahkannya di sekolah reguler, agar supaya mereka mencontoh dan belajar dari lingkungannya tentang berbagai hal dari anak-anak lain yang tanpa gangguan/masalah, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lain seumumnya. Karena jika seorang anak autistik digabungkan bersama anak-anak autistik lain ataupun anak-anak yang mempunyai gangguan/masalah lain, maka dia akan mencontoh perilaku yang tidak sesuai yang bukan standar yang benar di masyarakat umum".
"Namun," lanjut dokter Rudy, "memang kita tidak memasukkan anak autistik begitu saja ke sekolah reguler, mereka terlebih dahulu harus ditangani secara dini, intensif, dan optimal, dengan ABA dan BIT. Setelah memenuhi kriteria school-readiness, barulah mereka mulai disekolahkan, dilakukan transisi dari yang tadinya teaching-room secara one-on-one, ke lingkungan sekolah yang one-to-many, many-to-one, dan many-to-many. Tetapi dengan didampingi oleh shadow yang bertugas antara lain menjembatani anak dengan lingkungannya, serta mencatat berbagai masalah yang ada untuk kemudian diajarkan/dilatih di teaching-room yang jika perlu dengan simulasi dan replikasi, untuk kemudian digeneralisasi di lingkungan sekolah".

Pesan dokter Rudy dalam mengakhir penuturannya, yaitu bahwa dulu autisme dikatakan sebagai suatu kondisi yang tidak punya harapan dan tidak bisa sembuh, namun dengan berbagai kemajuan dalam terapinya terutama ABA dan BIT (Applied Behavior Analysis dan Biomedical Intervention Therapy), ternyatalah bahwa autisme ini bisa disembuhkan. Sehingga saat ini mungkin kita sudah bisa mengatakan "Autisme? Siapa takuuut…??? Autism is curable! Autism is treatable! Autisme bisa sembuh!!!"

 

"Ayo verbal…! ayo sekolah reguler…!"
Jakarta/Bekasi, Juni 2012 (edisi Revisi)
(revisi minor 03 Maret 2024)
Sumber: Diambil dari berbagai sumber

Contact Person Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI:
Liza / Arneliza Anwar
KID-ABA Autism Center
(Klinik Intervensi Dini Applied Behavior Analysis)
Grand Wisata Blok AA 11 No.56-57-58, Tambun, Bekasi 17510
Jawa Barat, Indonesia
Telpon/WA Admin: +62 812-8905-6000
liza_rudy[et]yahoo.com
(mohon [et] diganti dengan @ untuk menghindari spam)

Artikel ini juga bisa dibaca di kid-aba.com


Aplikasi

AUTISME..?
Tanyakan Ahlinya..! Gratis

+62-889-8000-6000
(WhatsApp Only)

Mohon Maaf Aplikasi Tersebut Di Atas BELUM Berjalan (Masih Dalam Pengembangan)

Rudy Sutadi - Bapak ABA Indonesia

 

Autisme ? Siapa Takuuut...?!
Autism Is Cureable !   Autism Is Treatable !   Autisme Bisa Sembuh !
Ayo Verbal...! Ayo Sekolah Reguler...!


Rudy Sutadi - Autisme ABA Applied Behavior Analysis

Rudy Sutadi, seorang dokter spesialis anak, mempelajari autisme dan penanganannya awalnya untuk kebutuhan sendiri yaitu untuk menterapi putra pertamanya.
Setelah anaknya mengalami kemajuan, maka banyak orangtua, terapis, dokter, dan profesional lainnya yang ingin mengetahui penanganan autisme yang benar. Sehingga kemudian dokter Rudy memberikan berbagai pelatihan/ workshop, seminar dan simposium di berbagai universitas/ fakultas serta perkumpulan-perkumpulan/ kelompok-kelompok/ yayasan-yayasan autisme di seluruh Indonesia.

Awalnya dokter Rudy Sutadi memeriksakan anaknya yang walaupun sudah berusia 2 tahun 5 bulan namun belum bisa bicara, ke senior dan gurunya yaitu dr. Hardiono D. Poesponegoro, SpAK, pada akhir Desember 1996 di tempat praktek pribadinya di kawasan Kelapa Gading.
Oleh dokter Hardiono, kemudian dirujuk ke dr. Melly Budhiman, SpKJ, yang berpraktek di RS MMC, dengan surat keterangan "kemungkinan retardasi mental, mudah-mudahan bukan autisme". Yang kemudian dijawab oleh dokter Melly pada awal Januari 1997 dengan surat keterangan bahwa anak tersebut adalah "PDD Autisme".

Itulah awal yang kemudian merubah jalan hidup dokter Rudy yang sebelumnya sehari-harinya mengelola sebuah rumah sakit kecil di Jakarta dan beberapa puluh Klinik Dokter 24 Jam di Jakarta, Bogor, dan Sukabumi.
"Wah, saya waktu itu tidak tahu apa-apa tentang autisme, apalagi penanganannya", begitu dokter Rudy memulai kisahnya.
Menurut dokter Rudy Sutadi, dulu saat beliau menjalani pendidikan dokter di FKUI, maupun saat menjalani pendidikan spesialis anak di Bagian IKA (Ilmu Kesehatan Anak) FKUI/RSCM (Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Rumah Sakit Dokter Cipto Mangunkusumo) di Jakarta, sama sekali tidak pernah diajarkan tentang autisme apalagi penanganannya.

Dulu saat menjalani pendidikan spesialis anak tersebut, ketika masih yunior mendapat giliran tugas di Poliklinik Umum Anak (IKA FKUI/RSCM) tersebut, jika ada pasien anak-anak yang terlambat bicara, ketika ditanyakan ke seniornya, dikatakan supaya dirujuk ke Poliklinik Nerologi Anak (IKA FKUI/RSCM) saja.
Dan setelah tahun berlalu, saat beliau bergiliran tugas di Poliklinik Nerologi Anak, ketika mendapat rujukan dari Poliklinik Umum Anak, oleh senior dan gurunya, dianjurkan untuk dirujuk ke Sub Bagian Psikiatri Anak, Bagian Kedokteran Jiwa FKUI/RSCM.
Sempat terlintas dalam pikiran dokter Rudy, "kenapa ya dirujuknya ke Bagian Jiwa…?" Namun segera saja hal itu terlupakannya oleh karena banyak kesibukan saat menjalani pendidikan tersebut, termasuk juga beliau tidak ingat untuk menanyakan hal tersebut pada tahun berikutnya ketika bergiliran stase selama 1,5 bulan di Bagian Kedokteran Jiwa.

"Lebih tepatnya 'sih' seharusnya anak-anak autistik ditangani oleh Dokter Spesialis Anak, bukan oleh Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiater), karena ini 'kan' termasuk masalah perkembangan anak, kelompok diagnosisnya saja -Pervasive Development Disorder- yaitu Gangguan Perkembangan Luas", begitu dokter Rudy menandaskan.
Lalu, kenapa Dokter Jiwa (Psikiater) menangani autisme? "'Weleh', itu karena salah kaprah dulunya. Dulu autisme ini disangka sakit gila yang terjadi pada anak-anak, sehingga ditangani oleh Dokter Jiwa (Psikiater). Sehingga pada DSM-1 (tahun 1952) autisme didiagnosis sebagai “Schizophrenic Reaction, Childhood Type”, dan pada DSM-2 (tahun 1968) autisme dimasukkan dalam kategori “Schizophrenia, Childhood Type”, kemudian pada DSM-3 (tahun 1980) disebut sebagai “Infantile Autism”. Barulah pada tahun 1980-an hal ini dikoreksi, sehingga pada DSM-3R (revision, tahun 1987) dan seterusnya (DSM-4 tahun 1994, DSM-4R tahun 2000), autisme dikategorikan sendiri, yaitu sebagai “Autistic Disorder”, demikian tambah dokter Rudy.

Pada awal tahun 1997 itu di Indonesia sangat sedikit sekali dokter/orang yang mengetahui apalagi faham tentang autisme, terlebih lagi penanganan yang benar. Paling maksimal disebutkan "Pendidikan Khusus" untuk penanganannya, namun tidak dapat menerangkan pendidikan khusus yang bagaimana ketika ditanyakan lebih lanjut.
Tanpa membuang waktu, dokter Rudy saat itu segera memasukkan anaknya di sebuah tempat terapi yang dianjurkan. Namun dokter Rudy Sutadi tidak puas melihat penanganannya, "doesn't make sense" ujarnya.

Kemudian dimulailah perburuan dokter Rudy ke satu tempat-terapi dan ke tempat-terapi yang lain, namun paling bertahan hanya beberapa hari sampai 1-2 minggu.
"Tempat-tempat terapi yang ada di Jakarta saat itu tidak khusus menangani autisme, sehingga metode yang digunakan tidak khusus untuk anak-anak autistik. Tempat-tempat terapi yang ada itu sebenarnya tadinya menangani anak-anak retardasi mental, speech-delay, Down's syndrome, cerebral palsy, dlsb, namun kemudian mereka menerima juga anak-anak autistik. Sehingga kemampuan/keilmuan/metode yang mereka gunakan untuk anak-anak non-autistik, kemudian mereka terapkan begitu saja kepada anak-anak autistik".
"Jelas tidak sesuai" begitu tukas dokter Rudy Sutadi.

Begitu juga dengan penanganan medis, saat itu anak-anak autistik ditangani oleh Dokter Ahli Jiwa (Psikiater), yang hanya memberikan obat-obat psikotropik saja.
"Padahal untuk autisme, obat-obat psikotropik sebenarnya merupakan pilihan terakhir, yaitu jika dengan moda terapi yang lain, yaitu ABA (Applied Behavior Analysis) dan BIT (Biomedical Intervention Therapy) tidak bisa atau sulit teratasi, sehingga diperlukan tambahan (bukan utama) bantuan obat psikotropik, yang hanya sekedar membantu saja dan bukan direncanakan untuk diberikan terus-menerus apalagi sampai bertahun-tahun", begitu yang diterangkan oleh dokter Rudy Sutadi.

Akhirnya kemudian dokter Rudy melakukan searching/browsing di Internet. Pada awal tahun 1997 itu tidak ditemukan situs-situs tentang autisme yang berbahasa Indonesia, namun sangat banyak sekali yang berbahasa Inggris. Kemudian dokter Rudy mencetak berbagai materi yang ditemukannya itu dengan laserjet-printer, "sekali mem-print, ada dua sampai tiga rim" ujarnya. Nah, hal itu jelas membuat dokter Rudy bingung, "wah, harus mulai baca dari mana…?" begitu pikirnya.
Mulailah dokter Rudy secara marathon membaca berbagai materi yang telah dicetaknya itu, "seluruh waktu yang ada saya gunakan untuk baca, baca, dan baca, hanya dipotong makan serta sholat, dan juga tertidur jika sudah kelelahan, bukannya tidur lho..." ujarnya sambil tergelak.

Sampai akhirnya dokter Rudy membaca tentang ABA (Applied Behavior Analysis), "wah saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap ABA", selorohnya.
Kenapa begitu? "Iya, karena ABA untuk autisme ini dasarnya telah dikembangkan sejak hampir 1 abad waktu itu (saat ini sudah lebih dari 1 abad – red.), kemudian kelebihannya antara lain metodenya yang sistematik, terstruktur, dan terukur, di samping telah terbukti pada banyak sekali penelitian bahwa ternyata efektif dan efisien".

"Maksudnya sistematik yaitu adanya rangkaian yang jelas dalam kurikulum/program/ aktivitas, sehingga tahapannya berkesinambungan dari satu program/aktivitas ke program/aktivitas selanjutnya, setelah satu program/aktivitas, what-next, apalagi kelanjutannya", begitu penjelasan dokter Rudy yang sangat terkenal dan sangat piawai serta sangat bersemangat dalam menerangkan serta menjelaskan berbagai seluk-beluk ABA. Sehingga tidak heran kalau banyak orang di Indonesia yang menyebutkannya sebagai ABA-nya dokter Rudy, bahkan beliau juga dinyatakan sebagai BAPAK ABA Indonesia.

"Maksudnya terstruktur adalah adanya tehnik yang telah sangat jelas dalam menjalankan teaching-session, seperti misalnya DTT, DT, EO/TP, dlsb, yang telah dikembangkan oleh para ahli serta praktisi, sehingga saat ini bisa dikatakan almost perfect".
"Maksudnya terukur yaitu adanya lembar penilaian pada semua program/aktivitas dalam teaching session, sehingga kita bisa dengan secara yakin mengatakan bahwa anak sudah ataukah belum bisa/menguasai/mampu dalam suatu/berbagai hal".

Setelah itu dokter Rudy banyak membeli berbagai buku tentang ABA melalui amazon.com serta mengikuti berbagai workshop, seminar/simposium, short-course, summer-course, dlsb, di Amerika dan Australia.
"Alhamdulillah saat itu belum krismon (krisis moneter tahun 1998 – red.), sehingga terasa cukup ringan untuk memborong berbagai buku dan teaching-material dari internet maupun pada berbagai acara di Amerika dan Australia)", begitu dokter Rudy mensyukuri.
Namun pembelajaran dokter Rudy tetap berlanjut, "tiga sampai empat kali dalam setahun saya ke Amerika untuk mengikuti berbagai workshop, seminar, simposium, short-course, summer-course, dlsb, tentang autisme serta penanganannya, khususnya ABA dan BIT. Oleh karena pada berbagai workshop maupun course, tidak pernah diberikan penerangan ABA secara menyeluruh dari A sampai Z, selalu hanya mosaik-mosaiknya saja. Setelah saya ikut banyak workshop dan course, serta membaca banyak buku, barulah saya bisa menyatukan kepingan-kepingan itu sehingga mendapat gambaran yang jelas serta menyeluruh. Jadi, jangan harap dengan hanya mengikuti 1-2 kali kegiatan di luar negeri saja akan bisa mengetahui, faham, dan menguasai ABA untuk autisme secara keseluruhan".

Namun perjuangan dokter Rudy tidak mudah begitu saja dalam penyembuhan anaknya. Ketika mulai mempelajari ABA pada awal tahun 1997 itu, tidak ada profesional yang bisa membantu, bahkan ada seorang speech-therapist lulusan Filipina yang saat itu diharapkan untuk membantu (oleh karena buku-buku yang dibeli dalam bahasa Inggris, sehingga diharapkan beliau itu tidak kesulitan dalam membaca dan mempelajarinya), namun komentarnya "saya tidak menangani pre-speech therapy, karena anaknya masih belum bisa duduk tenang dan tidak ada kontak mata".

Mulailah kemudian dokter Rudy berjibaku menangani sendiri anaknya dengan dibantu oleh baby-sitter. Dan bukan hal yang mudah sebagai seorang ayah untuk menterapi anak autistiknya, oleh karena jika anaknya menangis, teaching-session harus tetap diteruskan agar supaya anak tidak mendapat ide (tidak belajar) bahwa "teaching-session akan berhenti jika saya menangis", tetapi anak akan mendapat selingan-selingan istirahat-istirahat pendek/singkat jika melakukan instruksi-instruksi (baik dengan prompt ataupun tanpa prompt).
"Jika anak saya menangis dalam teaching-session, sebagai seorang ayah, inginnya saya menggendongnya, mengusap-usapnya, menghiburnya, namun itu tidak boleh saya lakukan kecuali saat break-break (baca: brik-brik, istirahat pendek/singkat seperti diterangkan sebelumnya – red.)", kemudian lanjutnya "hancur dan remuk-redamlah hati saya saat itu, namun saya harus kuatkan dan tetap berkeras hati demi kepentingan dan kemajuan anak saya itu", begitu kenangnya, "dan hal itu rupanya menggores sangat dalam di hati saya, hingga sekarang masih kuat dalam ingatan tentang ekspresi tangis anak saya itu serta kesedihan saya, bahkan sampai sekarangpun masih sangat terasa sakit dan sedihnya jika teringat kembali".

ABA sendiri dasar-dasarnya telah dikembangkan lebih dari satu abad yang lalu, kemudian pada tahun 1962 Prof. Lovaas dengan UCLA Project nya menerapkan ABA untuk autisme, dan hasilnya dipublikasikan pada tahun 1997. Sehingga ABA untuk autisme dikenal juga sebagai Metode Lovaas. Namun barulah pada tahun 1995 ABA untuk autisme terkenal ke seluruh dunia, yaitu setelah Catherine Maurice menerbitkan bukunya yang berjudul "Let Me Hear Your Voice". Dalam buku tersebut, Catherine Maurice (nama samaran) menceriterakan anak pertamanya yang autistik, kemudian berhasil sembuh setelah ditangani oleh team Prof. Lovaas tersebut. Bahkan anak keduanya yang kemudian juga autistik, juga sembuh setelah diterapi dengan ABA ini.

Di Indonesia, ABA mulai disebarluaskan dan dipopulerkan oleh dokter Rudy Sutadi, yang awalnya melalui YAI (Yayasan Autisme Indonesia) yang didirikan oleh dokter Melly serta beliau dan bersama dengan beberapa dokter serta beberapa orangtua dari anak-anak penyandang autisme.
Seminar pertama tentang autisme dan penanganannya... diadakan pada Agustus 1997, dan pelatihan ABA pertama-tama dilangsungkan dua minggu kemudian dan pada Desember 1997. Sejak itulah dokter Rudy aktif memberikan berbagai seminar, simposium, dan pelatihan tentang ABA ini ke berbagai kota di seluruh Indonesia, yaitu ke berbagai universitas/fakultas serta berbagai kelompok-masyarakat (perkumpulan, yayasan, tempat terapi, dlsb).
Oleh karena itu, tidaklah heran bahwa ABA untuk autisme di Indonesia oleh beberapa orang dikatakan sebagai ABAnya dokter Rudy, bahkan beliau dinyatakan sebagai BAPAK ABA Indonesia. Beliau juga pernah dipercaya sebagai Dosen Luar Biasa di UNJ (Universitas Negeri Jakarta) dengan mengampu mata kuliah Pendidikan Luar Biasa.

Oleh karena itu, kepakaran dan keahlian dokter Rudy tidak diragukan lagi. Memang sampai sekarang tidak ada pendidikan keahlian khusus autisme di Indonesia maupun di luar negeri yang memberikan gelar ahli autisme; Sebagaimana juga tidak ada pendidikan keahlian khusus tifus, sindrom Down, cerebral palsy, dlsb, yang memberikan gelar ahli tifus, ahli sindrom Down, ahli cerebral palsy, dlsb.
Namun kepakaran/keahlian dokter Rudy sudah diakui oleh masyarakat luas, selain itu juga seperti yang dikemukakan oleh Prof. DR. dr. H. Sofyan Ismael, SpAK, dalam rapat di Dirjen Yanmed Depkes RI (Direktorat Jenderal Pelayanan Medis, Departemen Kesehatan RI) pada tahun 2003, bahwa "seseorang dokter dikatakan ahli dalam suatu bidang jika, pertama, yang bersangkutan mempunyai ilmu di dalam bidang itu, kedua, yang bersangkutan sehari-hari berkecimpung dalam bidang itu, ketiga, ada pengakuan dari sejawatnya".
Kemudian lanjut Prof. Sofyan, "nah, seperti misalnya saya, kalau ada pasien autisme, ya saya langsung rujuk saja ke dokter Rudy, itu merupakan bentuk pengakuan dari sejawat, karena saya sendiri tidak mendalami autisme".

Kiprah dokter Rudy Sutadi paling menonjol adalah dibukanya Klinik Konsultasi dan Terapi untuk autisme di Jakarta Selatan, dan KID-Autis (Klinik Intervensi Dini Autisme) di Jakarta Timur (Sekarang menjadi KID ABA - Klinik Intervensi Dini Applied Behavior Analysis, di Grand Wisata, Bekasi). Di klinik ini, masyarakat dapat berkonsultasi dan melakukan terapi autis.
Tujuan utamanya adalah untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa ABA yang disebarluaskan dan dipopulerkannya bukan sekedar ilmu di atas kertas saja, tetapi memang benar bisa diterapkan dan terbukti kebenarannya. Di samping tentunya untuk secara langsung menangani anak-anak autistik serta sebagai sarana pendidikan dan pelatihan bagi terapis-terapis untuk menangani anak-anak lainnya yang tidak mungkin tertangani seluruhnya oleh KID Autis (sekarang KID ABA)

Di lingkup nasional dokter Rudy dipercaya menjadi ketua Kongres/Konferensi Nasional Autisme Indonesia (KNAI) yang digelar pertama kali di Jakarta, pada awal Mei 2003 lalu. KNAI diselenggarakan oleh Perhimpunan Autisme Indonesia, bertujuan menggugah kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanganan dini autisme.

Tak hanya di dalam negeri, sepak terjang suami Lisa R Sutadi ini juga diakui di lingkup internasional. Dokter yang mempunyai dua putra ini, memang gencar melakukan kampanye deteksi dini dan intervensi dini terhadap autisme. Beliau aktif di DAN! (Defeat Autism Now!) yang melakukan publikasi tentang autis di media-media lokal dan internasional.
Hanya ada empat dokter ahli dari Indonesia yang bergabung bersama DAN!, yakni Melly Budhiman, M.D; Kurniati Ihromi Tanjung, MD dan Sasanti Yuniar, MD, serta dokter Rudy ini. Sedangkan yang kemudian ikut dalam DAN! Think-Thank adalah dokter Rudy Sutadi ini serta dokter Nia Ihromi Tanjung, dan dokter Rina Adelaine.
DAN adalah organisasi yang dibentuk tahun 1995, yang terdiri dari peneliti dan ilmuwan dari berbagai Negara. Aktif berkampanye pencegahan dan terapi autis anak. Organisasi ini berada di bawah lembaga ARI (Autism Research Institute) yang bermarkas di San Diego, Amerika.

Tentang orang-orangtua maupun anak-anak autistik mereka yang telah sembuh namun tidak mau mengakui dan/atau menyembunyikan bahwa mereka/anak-mereka adalah mantan-autistik, pendapat dokter Rudy Sutadi adalah "Biarkan mereka memilih, apakah ingin tampil sebagai mantan-autistik ataukah bukan, kita harus menghormati keinginan mereka, apapun alasannya. Namun sebenarnya jika mereka tampil sebagai mantan-autistik, hal itu dapat memberi semangat kepada banyak orangtua untuk serius dan tetap serius menangani anak-anak autistik mereka, dan memberi harapan nyata kepada mereka, bukannya suatu harapan palsu, yaitu bahwa autisme ini bisa sembuh".

Tentang sekolah khusus autisme, dokter Rudy sangat tidak setuju dan sangat menentangnya. "Anak autistik harus disekolahkannya di sekolah reguler, agar supaya mereka mencontoh dan belajar dari lingkungannya tentang berbagai hal dari anak-anak lain yang tanpa gangguan/masalah, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lain seumumnya. Karena jika seorang anak autistik digabungkan bersama anak-anak autistik lain ataupun anak-anak yang mempunyai gangguan/masalah lain, maka dia akan mencontoh perilaku yang tidak sesuai yang bukan standar yang benar di masyarakat umum".
"Namun," lanjut dokter Rudy, "memang kita tidak memasukkan anak autistik begitu saja ke sekolah reguler, mereka terlebih dahulu harus ditangani secara dini, intensif, dan optimal, dengan ABA dan BIT. Setelah memenuhi kriteria school-readiness, barulah mereka mulai disekolahkan, dilakukan transisi dari yang tadinya teaching-room secara one-on-one, ke lingkungan sekolah yang one-to-many, many-to-one, dan many-to-many. Tetapi dengan didampingi oleh shadow yang bertugas antara lain menjembatani anak dengan lingkungannya, serta mencatat berbagai masalah yang ada untuk kemudian diajarkan/dilatih di teaching-room yang jika perlu dengan simulasi dan replikasi, untuk kemudian digeneralisasi di lingkungan sekolah".

Pesan dokter Rudy dalam mengakhir penuturannya, yaitu bahwa dulu autisme dikatakan sebagai suatu kondisi yang tidak punya harapan dan tidak bisa sembuh, namun dengan berbagai kemajuan dalam terapinya terutama ABA dan BIT (Applied Behavior Analysis dan Biomedical Intervention Therapy), ternyatalah bahwa autisme ini bisa disembuhkan. Sehingga saat ini mungkin kita sudah bisa mengatakan "Autisme? Siapa takuuut…??? Autism is curable! Autism is treatable! Autisme bisa sembuh!!!"

 

"Ayo verbal…! ayo sekolah reguler…!"
Jakarta/Bekasi, Juni 2012 (edisi Revisi)
(revisi minor 03 Maret 2024)
Sumber: Diambil dari berbagai sumber

Contact Person Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI:
Liza / Arneliza Anwar
KID-ABA Autism Center
(Klinik Intervensi Dini Applied Behavior Analysis)
Grand Wisata Blok AA 11 No.56-57-58, Tambun, Bekasi 17510
Jawa Barat, Indonesia
Telpon/WA Admin: +62 812-8905-6000
liza_rudy[et]yahoo.com
(mohon [et] diganti dengan @ untuk menghindari spam)

Artikel ini juga bisa dibaca di kid-aba.com


Lowongan Terapis

Sebagai Terapis Smart ABA

(Smart Applied Behavior Analysis)
Untuk Autisi (Penyandang Autisme)

  • Wanita Muslimah, Taat Dan Takut Pada Allah
  • Rutin Shalat Awal Waktu, Dan Hafal Minimal Al-Fatihah, Ayat Kursi, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas
  • Bersedia Menggunakan Busana Muslimah Syar'i (Diberikan)
  • S1 (Sarjana) Lulusan Apapun (Semua Jurusan, Misalnya Ekonomi, Hukum, Tehnik, Informatika, Pertanian, Peternakan, Gizi, Keperawatan, Matematika, Biologi, Pendidikan Islam, dlsb)
  • Usia Maksimal 27 Tahun
  • Belum Menikah. Tidak berencana menikah dalam 2 tahun masa kontrak.
  • Sehat Jasmani dan Rohani. Tidak ada penyakit kronis.
  • Tidak Ada Cacat/Masalah Fisik, Tidak Berkacamata, Tidak Cadel, Tidak Ada Masalah Pendengaran, Tidak Menggunakan Alat Bantu Dengar / Lainnya
  • Jujur, Rajin, Amanah, Berakhlak / Beradab / Beretika
  • Bisa Bekerjasama Dalam Team, Dan Bertanggung Jawab
  • Bersedia Mengikuti Training Dan Magang Sekitar 1-6 Bulan/Lebih
  • Bersedia Menjalani Kontrak Ikatan Kerja 3 (Tiga) Tahun
  • Bersedia Ditempatkan Di Seluruh Indonesia (Maupun Seluruh Dunia » Dalam Perencanaan)
  • (Untuk Penempatan Di Seluruh Dunia: Mampu Berbahasa Inggris Aktif » Dalam Perencanaan)
  • Belum Pernah Menangani Autisi (Penyandang Autisme)
  • Bersedia Mengikuti Seluruh Peraturan Tertulis Maupun Tidak Tertulis

CV dan Surat Lamaran:  

Via Email:
terapis@kidaba.com

Via WhatsApp:
+62-85-100-90-6000

Via Pos:
KID-ABA Ultimate, Grand Wisata Blok AA 11 No.56-57-58, Tambun, Bekasi 17510, Jawa Barat, Indonesia

Via Form Website:

(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)

KID ABA Ultimate
Mendidik Generasi Milenial
Menjadi Generasi Qur'ani, Rabbani, Penegak Islam Berakhlak Mulia Sejak Dini




Tokoh ABA Dunia

Prof. Ole Ivar Lovaas

Prof. Ole Ivar Lovaas
Bapak ABA Dunia

Profesional Pertama Di Dunia Yang Menerapkan ABA Untuk Autisme

Profesor Lovaas merupakan profesional pertama yang menerapkan ABA (Applied Behavior Analysis) untuk Autisi (Penyandang Autisme).
Dimulai pada tahun 1962, kemudian publikasi pertama pada tahun 1967, sehingga ABA untuk autisme dikenal juga sebagai Metode Lovaas.

Pada tahun 1993, Catherine Maurice menerbitkan bukunya yang berjudul Let Me Hear Your Voice, sehingga ABA menjadi terkenal ke seluruh dunia.
Dalam bukunya tersebut, Catherine Maurice menceriterakan tentang 2 anaknya yang autistik yang ditangani dengan ABA oleh Prof. Lovaas dan team, kemudian keduanya sembuh sehingga tidak bisa dibedakan dengan anak lain.

Setelah publikasi pertama penerapan ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme) oleh Prof. Lovaas pada tahun 1967, maka banyak ahli ABA dan praktisi ABA yang mengembangkan dan menyempurnakan ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme).
dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPd.I yang mempelajari ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme) juga mengembangkan dan menyempurnakannya, terlebih khusus lagi untuk penyesuaian penggunaannya dalam bahasa Indonesia.
Sejak tahun 2009, Rudy Sutadi dan Arneliza Anwar, mengembangkan Smart ABA dan dicanangkan pada tahun 2011. Yaitu melakukan assembling (perakitan) dan penyempurnaan Struktur-Struktur ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme), Sistematika khususnya dalam Bahasa Indonesia, dan Sistem Penilaian yang kuantitatif (terukur dengan angka-angka dan persentase). Sehingga Smart ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme) bisa dikatan nyaris sempurna.


Tokoh ABA Indonesia

dr. Rudy Sutadi

dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPd.I
Bapak ABA Indonesia

Profesional Indonesia Pertama Yang Mempopulerkan Dan Menyebarluaskan ABA Untuk Autisme Di Indonesia

Dokter Spesialis Anak yang menangani Autisme ini merupakan profesional yang langka, karena menguasai dua Terapi Utama Autisme yaitu ABA (Applied Behavior Analysis) dan Biomedical Intervention Therapy (BIT).
Kiprahnya diakui secara nasional maupun di lingkup internasional.

Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI, adalah profesional Indonesia pertama yang menyebarluaskan dan mempopulerkan ABA untuk autisme di Indonesia, sejak tahun 1997.

Mempelajari ABA dari berbagai sumber, antara lain:
» LIFE (Lovaas Institute For Early Intervention), Los Angeles, USA
» PennState University, Pennsylvania, USA
» The Option Institute, New York, USA
» ISADD (Integration Service For Autism And Development Delay), Perth, Australia
» CalABA (California Association For Behavior Analysis), USA
» dan lain-lain

Sejak tahun 2009, Rudy Sutadi dan Arneliza Anwar, mengembangkan Smart ABA dan dicanangkan pada tahun 2011. Yaitu melakukan assembling (perakitan) dan penyempurnaan Struktur-Struktur / SOP ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme), Sistematika khususnya dalam Bahasa Indonesia, dan Sistem Penilaian yang kuantitatif (terukur dengan angka-angka dan persentase keberhasilan). Sehingga Smart ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme) bisa dikatan nyaris sempurna.

» baca selengkapnya


Tokoh Penerus ABA

Liza Arneliza Anwar

Liza (Arneliza Anwar)
Tokoh Penerus ABA Indonesia

Advance Trainer Pada Smart ABA

Beberapa tahun setelah dokter Rudy tidak dapat aktif, penggunaan ABA yang betul dan benar sudah terkikis dan melenceng jauh, oleh karena itu Liza menggagas "Kembali Ke ABA" (Back To ABA).
Kemudian Liza bersama dokter Rudy mengembangkan Smart ABA.

Smart ABA merupakan ABA (Applied Behavior Analysis) yang dikembangkan oleh dokter Rudy bersama Liza, yaitu dengan melakukan assembling (perakitan) berbagai Struktur / SOP (Standard Operating Procedure), serta Sistematika yang khusus bahasa Indonesia, dan tolok ukur yang jelas (yaitu Sistem Penilaian yang kuantitatif dengan angka-angka dan persentase keberhasilan). Juga Kurikulum (Program dan Aktivitas) yang sangat jauh dikembangkan.

Sampai dengan tahun 2019, Liza telah memberikan lebih dari 50 kali Pelatihan / Training Smart ABA ke berbagai kota di seluruh Indonesia.
Pendapatnya tentang berbagai jenis terapi lainnya yang ada di Indonesia, Liza dengan tegas mengatakan "silahkan tunjukkan hasil penelitian metode tersebut untuk anak-anak autistik" (yang ternyata tak ada).
Sedangkan pendapatnya tentang terapis atau klinik/tempat terapi yang menangani autisme, "silahkan tanyakan berapa anak yang telah berhasil masuk sekolah reguler dengan benar, bukan sekedar sekolah-sekolahan, bukan sekolah inklusi apalagi sekolah khusus atau sekolah luar biasa", tukasnya.

Sejak tahun 2010 Liza/Arneliza mulai merintis berdiri dan terselenggaranya KID ABA (Klinik Intervensi Dini - Applied Behavior Analysis) untuk Autisi (Penyandang Autisme), di kawasan Grand Wisata, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat. Dengan pasien yang berasal dari berbagai kota / daerah di Indonesia.

» baca selengkapnya


Aplikasi

AUTISME..?
Tanyakan Ahlinya..! Gratis

+62-889-8000-6000
(WhatsApp Only)

Mohon tulis nama-lengkap bapak/ibu dan gelar lengkap (jika ada), serta kota tempat tinggal.

Anak Terlambat Bicara?
Apakah Anak Anda Autisme?
Gunakan Aplikasi Ini Untuk Diagnosis Autisme


(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)

Anak Terlambat Bicara?
Curiga Anak Anda Autisme?
Anak Sudah Didiagnosis Autisme?

Ingin Konsultasi Temu Muka (Lebih Lanjut) Dengan Dokter Khusus Autisme?

(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)

KID ABA Shop
Tersedia Berbagai Kebutuhan Pro Autisi

10 Jenis Beras, 5 Macam Daging, 6 Minyak Goreng, Garam Himalaya, Alat Masak Kaca, Wadah Kaca, Botol Kaca, Sendok Kayu, Sabun Mandi, Sabun Cuci, Siwak, dlsb


(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)

Aplikasi Untuk Bimbingan Dan Pelaksanaan
Smart BIT (Biomedical Intervention Therapy)
Untuk Autisi (Penyandang Autisme)


(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)

Aplikasi Untuk Bimbingan Dan Pelaksanaan
Smart ABA (Applied Behavior Analysis)
Untuk Autisi (Penyandang Autisme)


(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)

Kursus Online Smart ABA (Applied Behavior Analysis)

Aplikasi Bagi Orangtua Dan Terapis Untuk Menguasai Teori Serta Pelaksanaan Smart ABA Untuk Autisi (Penyandang Autisme)


(Mohon Maaf, Masih Dalam Pengembangan)


 

Tokoh ABA Dunia

Prof. Ole Ivar Lovaas

Prof. Ole Ivar Lovaas
Bapak ABA Dunia

Profesional Pertama Di Dunia Yang Menerapkan ABA Untuk Autisme

Profesor Lovaas merupakan profesional pertama yang menerapkan ABA (Applied Behavior Analysis) untuk Autisi (Penyandang Autisme).
Dimulai pada tahun 1962, kemudian publikasi pertama pada tahun 1967, sehingga ABA untuk autisme dikenal juga sebagai Metode Lovaas.

Pada tahun 1993, Catherine Maurice menerbitkan bukunya yang berjudul Let Me Hear Your Voice, sehingga ABA menjadi terkenal ke seluruh dunia.
Dalam bukunya tersebut, Catherine Maurice menceriterakan tentang 2 anaknya yang autistik yang ditangani dengan ABA oleh Prof. Lovaas dan team, kemudian keduanya sembuh sehingga tidak bisa dibedakan dengan anak lain.

Setelah publikasi pertama penerapan ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme) oleh Prof. Lovaas pada tahun 1967, maka banyak ahli ABA dan praktisi ABA yang mengembangkan dan menyempurnakan ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme).
dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPd.I yang mempelajari ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme) juga mengembangkan dan menyempurnakannya, terlebih khusus lagi untuk penyesuaian penggunaannya dalam bahasa Indonesia.
Sejak tahun 2009, Rudy Sutadi dan Arneliza Anwar, mengembangkan Smart ABA dan dicanangkan pada tahun 2011. Yaitu melakukan assembling (perakitan) dan penyempurnaan Struktur-Struktur ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme), Sistematika khususnya dalam Bahasa Indonesia, dan Sistem Penilaian yang kuantitatif (terukur dengan angka-angka dan persentase). Sehingga Smart ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme) bisa dikatan nyaris sempurna.


Tokoh ABA Indonesia

dr. Rudy Sutadi

dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPd.I
Bapak ABA Indonesia

Profesional Indonesia Pertama Yang Mempopulerkan Dan Menyebarluaskan ABA Untuk Autisme Di Indonesia

Dokter Spesialis Anak yang menangani Autisme ini merupakan profesional yang langka, karena menguasai dua Terapi Utama Autisme yaitu ABA (Applied Behavior Analysis) dan Biomedical Intervention Therapy (BIT).
Kiprahnya diakui secara nasional maupun di lingkup internasional.

Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI, adalah profesional Indonesia pertama yang menyebarluaskan dan mempopulerkan ABA untuk autisme di Indonesia, sejak tahun 1997.

Mempelajari ABA dari berbagai sumber, antara lain:
» LIFE (Lovaas Institute For Early Intervention), Los Angeles, USA
» PennState University, Pennsylvania, USA
» The Option Institute, New York, USA
» ISADD (Integration Service For Autism And Development Delay), Perth, Australia
» CalABA (California Association For Behavior Analysis), USA
» dan lain-lain

Sejak tahun 2009, Rudy Sutadi dan Arneliza Anwar, mengembangkan Smart ABA dan dicanangkan pada tahun 2011. Yaitu melakukan assembling (perakitan) dan penyempurnaan Struktur-Struktur / SOP ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme), Sistematika khususnya dalam Bahasa Indonesia, dan Sistem Penilaian yang kuantitatif (terukur dengan angka-angka dan persentase keberhasilan). Sehingga Smart ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme) bisa dikatan nyaris sempurna.

» baca selengkapnya


Tokoh Penerus ABA

Liza Arneliza Anwar

Liza (Arneliza Anwar)
Tokoh Penerus ABA Indonesia

Advance Trainer Pada Smart ABA

Beberapa tahun setelah dokter Rudy tidak dapat aktif, penggunaan ABA yang betul dan benar sudah terkikis dan melenceng jauh, oleh karena itu Liza menggagas "Kembali Ke ABA" (Back To ABA).
Kemudian Liza bersama dokter Rudy mengembangkan Smart ABA.

Smart ABA merupakan ABA (Applied Behavior Analysis) yang dikembangkan oleh dokter Rudy bersama Liza, yaitu dengan melakukan assembling (perakitan) berbagai Struktur / SOP (Standard Operating Procedure), serta Sistematika yang khusus bahasa Indonesia, dan tolok ukur yang jelas (yaitu Sistem Penilaian yang kuantitatif dengan angka-angka dan persentase keberhasilan). Juga Kurikulum (Program dan Aktivitas) yang sangat jauh dikembangkan.

Sampai dengan tahun 2019, Liza telah memberikan lebih dari 50 kali Pelatihan / Training Smart ABA ke berbagai kota di seluruh Indonesia.
Pendapatnya tentang berbagai jenis terapi lainnya yang ada di Indonesia, Liza dengan tegas mengatakan "silahkan tunjukkan hasil penelitian metode tersebut untuk anak-anak autistik" (yang ternyata tak ada).
Sedangkan pendapatnya tentang terapis atau klinik/tempat terapi yang menangani autisme, "silahkan tanyakan berapa anak yang telah berhasil masuk sekolah reguler dengan benar, bukan sekedar sekolah-sekolahan, bukan sekolah inklusi apalagi sekolah khusus atau sekolah luar biasa", tukasnya.

Sejak tahun 2010 Liza/Arneliza mulai merintis berdiri dan terselenggaranya KID ABA (Klinik Intervensi Dini - Applied Behavior Analysis) untuk Autisi (Penyandang Autisme), di kawasan Grand Wisata, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat. Dengan pasien yang berasal dari berbagai kota / daerah di Indonesia.

» baca selengkapnya



Autis-Autism-Autisme Dari Masa Ke Masa autis-autism-autisme dari masa ke masa Istilah/kata autism pertama kali digunakan oleh seorang psikiater Swiss yang bernama Eugene Bleuler, yang pada tahun 1908-1911 mengamati adanya suatu ciri tertentu pada penderita skizofrenia dewasa yang ia sebut sebagai autism yang berasal dari kata bahasa Yunani yaitu autos yang berarti sendiri, yang.....Epidemiologi Autis-Autism-Autisme epidemiologi autis-autism-autisme Jumlah penyandang autisme di seluruh dunia semakin tahun semakin meningkat. Dari kepustakaan pada awal tahun 90-an, jumlah penyandang autisme diperkirakan sekitar 4-6 per 10.000 kelahiran. Tetapi mendekati tahun 2000 angka ini mencapai 15-20 per 10.000 kelahiran. Data pada tahun 2000, angka ini.....Autis-Autism-Autisme: Sembuh Atau Tidak Sembuh? Pilihan Di Tangan Anda!!! autis-autism-autisme: sembuh atau tidak sembuh? pilihan di tangan anda!!! Selama saya kuliah di kedokteran ataupun sebagai dokter, baik dokter umum ataupun spesialis anak, saya selalu bertemu dengan orang-orangtua yang mengharapkan kesembuhan bagi anak-anak mereka. Tidak pernah saya bertemu dengan satupun orangtua yang tidak mengharapkan kesembuhan bagi anaknya.Untuk.....Stem Cell Therapy (Terapi Sel Induk) Pada Autisme stem cell therapy (terapi sel induk) pada autisme Istilah stem cell pertama kali dikemukakan pada tahun 1908 yang mempostulasikan adanya kemampuan berdiferensiasi pada sel-sel penghasil/pembentuk darah. Stem-cell atau sel-induk yaitu sel yang belum berdiferensiasi dimana turunan-turunan selnya dapat terdiferensiasi (berubah) menjadi berbagai jenis.....Antibiotik Pada Autisme: Kawan Atau Lawan??? antibiotik pada autisme: kawan atau lawan??? Salah satu hal yang menimbulkan masalah pada autisme adalah pemberian antibiotik.Oleh karena anak-anak autistik umumnya mempunyai gangguan kekebalan, maka mereka sering mengalami infeksi. Di Amerika, infeksi yang sering terjadi pada mereka adalah infeksi telinga tengah (sedangkan di Indonesia.....Pemilihan Metode Terapi Untuk Autisme pemilihan metode terapi untuk autisme Petunjuk/pedoman yang digunakan oleh ASA (Autism Society of America) dalam menilai suatu metode/cara terapi, yaitu: Apakah terapi tersebut bisa membahayakan anak? Apa akibatnya jika terapi tersebut gagal? Apakah terapi tersebut telah terbukti secara ilmiah? Apakah.....Autisme: Sembuh Atau Tidak Sembuh??? Pilihan Di Tangan Anda!!! autisme: sembuh atau tidak sembuh??? pilihan di tangan anda!!! Selama saya kuliah di kedokteran ataupun sebagai dokter, baik dokter umum ataupun spesialis anak, saya selalu bertemu dengan orang-orangtua yang mengharapkan kesembuhan bagi anak-anak mereka. Tidak pernah saya bertemu dengan satupun orangtua yang tidak mengharapkan kesembuhan bagi anaknya.Untuk.....Dragons Den Dan Kesembuhan Autisme dragons den dan kesembuhan autisme Dragon’s Den (Sarang Naga), adalah suatu acara di BBC Knowledge, yaitu berbagai orang dari berbagai latar belakang, menghadapi 5 orang multi-milyuner yang merupakan pengusaha kelas kakap, untuk mengajukan permohonan dana dengan sistem kerjasama bagi hasil.Pada suatu episode, ada seorang.....Antara Ajax dan PHP -dengan- Autisme dan ABA (Applied Behavior Analysis) antara ajax dan php -dengan- autisme dan aba (applied behavior analysis) Ada orang-orang yang menterapkan berbagai metode yang tidak khusus untuk terapi autisme tetapi tetap saja digunakan untuk menterapi autisme, padahal tidak ada penelitian yang membuktikan efektivitas dan efisiensinya untuk kesembuhan autisme.Katakan saja misalnya Terapi Wicara. Ini tidak dikembangkan.....Applied Behavior Analysis (ABA/Lovaas) Untuk Autisme applied behavior analysis (aba/lovaas) untuk autisme ABA (Applied Behavior Analysis) yaitu suatu ilmu perilaku terapan untuk mengajarkan dan melatih seseorang agar menguasai berbagai kemampuan yang sesuai dengan standar yang ada di masyarakat. Penggunaan ABA tidak hanya terbatas pada autisme saja, tetapi sangat luas diterapkan dalam berbagai bidang,.....Terapi IVIG/IVGG Untuk Autisme terapi ivig/ivgg untuk autisme TANYA:1. Apakah yang dimaksud dengan terapi IVIG untuk penyandang Autis.2. Di manakah di Indonesia yang bisa melakukan terapi ini?3. Berapa biayanya? (karena sering disebutkan bahwa terapi ini MAHAL)4. Evaluasi sistem imun apa yang harus dilakukan sebelumnya?Zuhdi Setiadi-SemarangJAWAB:Terapi.....Me-Day Bagi Orangtua Penyandang Autisme me-day bagi orangtua penyandang autisme Penanganan penyandang autisme secara serius dengan ABA dan Biomedical Intervention, akan menguras banyak waktu, tenaga, dan perhatian. Itu betul.Tetapi jangan dilupakan bahwa kita juga manusia, yang dilengkapi dengan berbagai kelebihan dan kekurangan. Mungkin kita tidak termasuk manusia super,.....Perceraian Pada Keluarga Yang Mempunyai Anak Autistik perceraian pada keluarga yang mempunyai anak autistik Dari suatu penelitian jangka panjang yang mengikuti 406 keluarga yang mempunyai anak autistik sampai dengan tahun 2004, didapatkan bahwa angka perceraian tinggi sampai dengan anak berusia 8 tahun, setelah itu menurun. Namun ancaman perceraian tetap berlanjut, yaitu didapatkan bahwa angka perceraian tetap.....Jangan Benci Ibumu jangan benci ibumu Suatu sore saya menonton film seri Frasier. Yaitu film seri tentang Dr. Frasier Crane, seorang psikiater yang merupakan penyiar radio terkenal di Seattle.Dalam seri itu, Dr. Frasier Crane yang bersama adiknya Dr. Niles Crane, melihat ayahnya sedang dinner di restoran bersama seorang wanita bekas.....Lie To Me (Bohongilah Aku) lie to me (bohongilah aku) Sangat menarik mempelajari ilmu perilaku manusia, apalagi dalam hal bohong.Mungkin dulu kita hanya mengenal bahwa terdapat 25 tanda kebohongan pada lelaki dan 15 pada wanita (waduh, jadi artinya dibandingkan wanita maka lelaki relatif lebih mudah diketahui jika berbohong).Namun dengan berkembangnya.....Deteksi Dini Autisme deteksi dini autisme Deteksi dini atau skrining terhadap autisme dapat dilakukan secara sederhana dengan tools (perangkat) yang sederhana misalnya dengan STAT (Screening Tool for Autism in Two-Year-Olds), atau dengan CHAT/M-CHAT (Modified Checklist for Autism in Toddler). M-CHAT adalah versi Amerika yang merupakan perluasan.....Biomedical Intervention Therapy Untuk Autisme biomedical intervention therapy untuk autisme Biomedical Intervention adalah ilmu medis/kedokteran yang menterapi/memperbaiki masalah nerobiologis dan biokimiawi yang terdapat pada autistik. Autisme diyakini penyebabnya yaitu mempunyai dasar genetik dan dipicu oleh faktor lingkungan Faktor genetik ini mengakibatkan banyak hal, misalnya masalah/gangguan.....Masalah Rivalitas Pada Saudara Kandung Penyandang Autisme masalah rivalitas pada saudara kandung penyandang autisme Saudara kandung dari anak autistik bisa menganggap anak autistik adalah rivalitas (saingan) yang mencuri seluruh perhatian dan milik/harta-benda dari mereka, oleh karena umumnya perhatian orangtua dan seluruh keluarga terpusat bahkan tersedot pada anak autistik mereka, sehingga mereka kurang memperhatikan.....Kontroversi Hubungan Antara Vaksin Dan Autisme kontroversi hubungan antara vaksin dan autisme Sampai saat ini, masih berlangsung kontroversi/perdebatan mengenai hubungan antara vakstin dan autisme. Namun telah banyak laporan terjadinya regresi autistik beberapa minggu setelah seorang anak mendapat vaksin. Laporan yang paling sering adalah regresi autistik oleh karena MMR. MMR dikaitkan dengan.....Jepang Menghentikan Penggunaan Vaksin Meningitis Dan Pneumonia jepang menghentikan penggunaan vaksin meningitis dan pneumonia Kementerian Kesehatan Jepang telah menghentikan penggunaan vaksin meningitis dan pneumonia, setelah terdapat 4 kematian berturut-turut yang terjadi di Jepang pada bulan Februari dan Maret 2011 ini, pada anak-anak berumur 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, dan 2 tahun,.Kematian tersebut terjadi tidak.....Penyebab Autisme penyebab autisme Terjadinya autisme yaitu oleh karena adanya dasar faktor genetik yang dipengaruhi dan.atau dipicu oleh faktor lingkungan seperti misalnya infeksi rubella/cytomegalovirus, polutan/intoksikasi logam berat, dan vaksinasi campak/MMR (yang masih menjadi kontroversi), dll. Faktor genetik yang berperan.....Terapi Intervensi Dini Pada Autisme Yang dimaksud dengan Intervensi Dini yaitu terapi/tatalaksana yang dilakukan terhadap anak dengan usia sejak lahir sampai dengan usia 3 tahun (terapi/tatalaksana dimulai sebelum usia 3 tahun) yang dilakukan pada anak-anak yang memiliki kecacatan (disability), keterlambatan perkembangan (developmental.....Melalui Epigenetik - Autisme Bisa Disembuhkan Dengan Obat melalui epigenetik - autisme bisa disembuhkan dengan obat Pernah dengar mengenai epigenetik? Mungkin bahkan untuk umumnya dokter, hal ini masih asing, oleh karena memang merupakan ilmu yang relatif baru (kata epigenetik sendiri sudah lama ada, tetapi penggunaannya sebagai ilmu yang berhubungan relatif baru).Pada ilmu genetika, dikenal istilah genotip.....[Ringkasan 01 dari 17] ::: Biomedical Intervention Therapy Untuk Autisme Insya ALLAH, beberapa hari ke depan akan saya posting ringkasan Terapi Intervensi Biomedis (Biomedical Intervention Therapy / BIT) untuk autisme, yang saya ambil dari Autism Research Institute (James B. Adams, Ph.D.).Ayo cetak 1.000 dokter Indonesia yang menguasai Biomedical Intervention Therapy.....[ RINGKASAN 02 DARI 17 – BIOMEDICAL INTERVENTION THERAPY] MEMPERBAIKI DIET Dasar :<br><ul> Manusia membutuhkan zat-zat gizi esensial tertentu untuk berbagai fungsi tubuhnya, yang meliputi vitamin, mineral, asam lemak esensial, dan asam amino (dari protein). Hal yang penting untuk diperhatikan yaitu lakukan diet seimbang yang kaya sayuran, buah, dan protein.....[ RINGKASAN 03 DARI 17 – BIOMEDICAL INTERVENTION THERAPY] A L E R G I M A K A N A N DASAR :Banyak anak autistik mengalami alergi makanan, disebabkan oleh abnormalitas pada sistem pencernaan dan/atau sistem kekebalan mereka. Jika makanan tidak dicerna sempurna menjadi susunan terkecil gula, asam amino, dll, maka makanan yang dicerna sebagian tersebut dapat terserap oleh saluran.....Bidadari Kiriman ALLAH bidadari kiriman allah Sebagai manusia yang juga mempunyai kebutuhan untuk mencintai dan dicintai. Termasuk juga diriku yang Alhamdulillah merupakan lelaki normal. Bahkan salah seorang teman mengatakan mendengar suara wanita saja sudah merupakan hiburan tersendiri. Tetapi.....Kesabaran yang Indah kesabaran yang indah Disaat Ibu ibu lainnya bercengkarma dengan ibu lainnya ketika menunggu anak anak mereka sekolah, Ibu anak special harus dengan seksama berada di depan layar monitor melihat aktivitas si special yang sedang di terapi. Disaat Ibu ibu lainnya asyik berada di mall,<br.....Hal-hal yang perlu diperhatikan pada Pra kehamilan 6-12 hal-hal yang perlu diperhatikan pada pra kehamilan 6-12 Sampai saat ini masih belum diketahui cara yang paling tepat untuk melakukan pencegahan terjadinya autisme, terutama pada keluarga yang ingin mendapatkan anak berikutnya. Namun berdasarkan ilmu dan pengetahuan tentang berbagai terapi spesifik yang telah menghasilkan perbaikan bahkan kesembuhan,.....Gejala-gejala autisme gejala-gejala autisme Gejala-gejala autisme akan tampak makin jelas setelah anak mencapai usia 3 tahun, yaitu berupa: 1. Gangguandalam bidang komunikasi verbal maupun non-verbal: - terlambat bicara, - meracau dengan bahasa yang tak dapat dimengerti orang lain, - kalaupun.....Hal-hal yang penting diperhatikan selama masa kehamilan hal-hal yang penting diperhatikan selama masa kehamilan Selama hamil: Teruskan diet organik yang sangat berkualitas, hilangkan atau sangat kurangi gula dan makanan olahan. Teruskan multivitamin dan multimineral lengkap yang mudah diserap, dengan paling tidak mengandung 1.800 mg kalsium dan 800 mcg.....AUTISME : Hal-hal yang penting diketahui Selama masa bayi Selama masa bayi: Berhubungan erat/akrab dengan bayi anda sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin, serta tangani dan bercakap-cakap dengannya. Tidur bersamaan dengan waktu tidur bayi anda agar anda memperoleh cukup istirahat, dan dapat berhubungan sesering mungkin.....AUTISME dan ABA : Melatih bicara pada anak autistik ika anak autistik sudah mampu berkumunikasi 1 arah, maka minimalisir pertanyaan langsung kepada mereka, lebih seringlah berkomentar akan suatu situasi, yang bisa secara tiba-tiba, atau memang sengaja diatur. Misalnya : Ibu menjatuhkan bola mainan dari meja saat bermain.....Autisme dan BIT (Biomedical intervention Therapy) : Yang perlu dilakukan dalam BIT untuk anak-anak a Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan paling tidak: oLab lokal : Hematologi rutin, fungsi hati (LFT, SGOT, SGPT), fungsi ginjal (ureum darah, kreatinin darah), elektrolit lengkap darah, fungsi tiroid (T3, T4, TSH), IgE total o Complete Digestive Stool.....AUTIME : Tentang ASPERGER Pada Asperger , biasanya tidak ada keterlambatan bicara, sehingga sering diagnosis tidak segera dilakukan, orangtua baru membawa ke dokter ketika usia anak /sekolah anak semakin meningkat, dimana dibutuhkan kemampuan komunikasi yang semakin kompleks, misalnya pada usia kelas I SD/2 SD. Gejala-gejala.....AUTISME : Timbal balik Komunikasi VERBAL dan Kognitif pada anak autistik Kemampuan bicara dengan kemampuan kognitif, itu timbal balik. Jika kognitif anak mambaik, kemampuan bicara juga membaik Ketika kemampuan bicara meningkat, maka akan meningkatkan kognitifnya Kognitif (Kemampuan pemahaman, menangkap rangasangan, menyimpan.....AUTISME dan BIT : RINGKASAN 04 DARI 17 – BIOMEDICAL INTERVENTION THERAPY] [ RINGKASAN 04 DARI 17 - BIOMEDICAL INTERVENTION THERAPY] GLUTEN-FREE, CASEIN-FREE DIET( DAN SERING JUGA CORN-FREE, SOY-FREE ) Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI (Dokter.....AUTISME & BIT : [ RINGKASAN 05 DARI 17 – BIOMEDICAL INTERVENTION THERAPY] SUPLEMENTASI V I T A M I N / M I N E R A L Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI (Dokter Spesialis Anak. Konsultan Autisme, Applied Behavior Analysis, dan Biomedical Intervention Therapy) DASAR.....AUTISME dan ABA : Meningkatkan komunikasi pada anak autistik Untuk meningkatkan komunikasi pada anak autistik, maka lalukan berbagai hal seperti menimbulkan protes dari anak pada berbagai aktivitas, sebagai contoh Ketika anak memperhatikan anda, taruh sepatu di lemari pajangan, atur kesempatan anak untuk berkomentar \'Salah!\'.....AUTISME : PUBERTAS PADA PENYANDANG AUTISME PUBERTAS PADA PENYANDANG AUTISME by : dr Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI Semua anak termasuk penyandang autisme, suatu saat akan mengalami pubertas, terlepas dari kemampuan sosial ataupun IQ nya. Pada.....AUTISME & BIT : Ringkasan 06 dari 17 - BIT] ::: Vitamin B6 Dosis Tinggi Dan Magnesium [ RINGKASAN 06 DARI 17 - BIOMEDICAL INTERVENTION THERAPY] VITAMIN B6 DOSIS TINGGI DAN MAGNESIUM Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI (Dokter.....TISAUTISME & ABA : Melatih bicara dan komunikasi verbal pada anak autistik dengan ABA Ikuti sistimatika dibawah ini, jangan pada awal-awal anak autistik sudah disuruh tiup lilin, meronce, meniti, memanjat, karena yang harus kita latih terlebih dahulu OTAK nya agar mampu berkomunikasi verbal, sehingga memanjat, menendang bola dll nantinya mampu dilakukan oleh anak tanpa harus.....AUTISME & BIT : [Ringkasan 07 dari 17 - BIT] ::: Essential Fatty Acids [ RINGKASAN 07 DARI 17 - BIOMEDICAL INTERVENTION THERAPY] ESSENTIAL FATTY ACIDS Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI (Dokter.....AUTISME : Agar Anak autistik verbal dan sekolah reguler butuh perjuangan berat Agar Anak autistic verbal butuh perjuangan berat dr Rudy Sutadi SpA, MARS, SPdI Orangtua jangan ragu untuk mengusahakan anak-anak mereka untuk verbal. Jangan terpengaruh orang-orangtua lain atau profesional (katanya) yang mengatakan.....AUTISME & ABA : Melatih bicara dan komunikasi VERBAL anak autistik dengan ABA Selain anak AUTISTIK tidak/belum bisa bicara, masalah/gangguan bicara yang lain yang mungkin terdapat adalah kadang anak sudah mulai sedikit-sedikit mengeluarkan beberapa patah kata, tetapi kemudian kemampuan bicaranya menghilang begitu saja pada usia sekitar 18 bulan atau sebelum 2 tahun. Hal.....AUTISME : AUTISME & ABA Melatih kepatuhan pada anak autistik Melatih kepatuhan pada anak autistik adalah dengan melatih duduk, tentunya kita latih duduk sejak usia dini, sehingga anak-anak autistik yang ditangani dengan ABA yang benar sejak dini, maka kepatuhan tidak akan pernah menjadi masalah saat mereka bersekolah reguler nantinya. Karena semenjak.....AUTISME & BIT : [Ringkasan 08 dari 17 BIT] ::: Enzim-enzim Pencernaan [Ringkasan 08 dari 17 BIT] ::: Enzim-enzim Pencernaan ENZIM-ENZIM PENCERNAAN Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI (Dokter Spesialis Anak. Konsultan Autisme, Applied Behavior.....AUTISME & ABA : Program paralel dalam melatih bicara bagi anak-anak autistik Jika anak autistik sudah mulai masuk pada tahap verbal, ( INGAT, BUKAN PADA SAAT PERTAMA KALI ANAK AUTISTIK DITERAPI YA !!!! ) maka latih juga secara paralel, dimana orangtua harus lebih banyak melatih ini dirumah : 1. Meniup potongan tissue yang diletakkan ditangan 2. Meniup.....AUTISME & ABA : Generalisai pada anak autistik Jika anak autistik sudah mampu berkomunikasi satu arah ( berbicara dan sudah menguasai labih kurang 100 kata), maka lakukan generalisasi Misalnya : kata \'tidak\', yang biasaya diucapkan, dperluas menjadi \'nggak\', \'jangan\', \'ga boleh\'. Jika terapis di teaching room bertanya.....AUTISME & Penghasilan yang Halal Menyaring, hanya penghasilan HALAL yang akan diberikan kepada anak-anak kita, adalah upaya dini untuk menuju generasi yang sehat lahir dan batin dan takut kepada Alloh......AUTISME & BIT : [Ringkasan 09 dari 17 - BIT] ::: Terapi Usus: Anti Jamur dan Probiotik TERAPI USUS : ANTI JAMUR DAN PROBIOTIK Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI (Dokter Spesiali Anak. Konsultan Autisme, Applied Behavior Analysis, dan Biomedical Intervention Therapy) LATAR BELAKANG.....Jangan merasa sedirian jangan merasa sedirian Bergabunglah dengan kelompok orangtua yang mempunyai keyakinan bahwa autisme bisa sembuh/disembuhkan, sehingga kita tidak merasa sendirian di dunia ini, serta dapat berbagi suka-duka serta pemecahan/mengatasi masalah. Pengalaman-pengalaman positif dari orang-orangtua yang lebih dahulu menangani.....Pesan untuk orangtua pesan untuk orangtua Pesan Untuk Orangtua (dr Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI) Bagi orangtua yang anaknya baru saja didiagnosis autisme, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Jika orangtua tidak faham apa itu autisme, mungkin diagnosis autisme tidak berpengaruh.....Diet AUTISME dan BIT diet autisme dan bit Jika tahun 2013 masih jahil membocorkan diet pada anak autistik, maka tahun 2014 ini seharusnya zaman jahil itu harus berlalu, seharusnya orangtua dan keluarga SADAR, lakukan diet CFGFSF dengan 100 %, tidak boleh ada kebocoran, bahkan sesekalipun. Biar jangan lupa kami ingatkan kembali kembali.....Persediann Obat-obat persediann obat-obat Tentang AUTISME : Seputar persediaan obat-obat, jika anak autistik sakit Siapapun yang menyarankan obat-obatan untuk anak autistik Ibu dan Bapak, maka yang harus diingat adalah hindari penggunaan sediaan sirup, gunakan sediaan.....Tentang AUTISME: Tentang AUTISME : Seputar obat-obatan, jika anak autistik sakit Siapapun yang menyarankan obat-obatan untuk anak autistik Ibu dan Bapak, maka yang harus diingat adalah hindari penggunaan sediaan sirup, gunakan sediaan.....Seputar ABA untuk AUTISME seputar aba untuk autisme Yang perlu diingat pada latihan kontak mata pada anak autistik adalah sbb : 1. Jangan memanggil nama anak selama program awal kontak mata, instruksi hanya "lihat " saja. 2. Jika anak sudah on request saat diberi instruksi "lihat",.....Seputar BIT untuk AUTISME : Diet pada anak autistik Catatan PENTING !!!! 1. Walaupun hasil pemeriksaan allergi anak autistik tidak akergi terhadap susu dan terigu, tetapi pada anak autistik susu dan terigu tetap TIDAK BOLEH mereka konsumsi, hal ini bukan karena berhungan dengan alerginya, tetapi terbentuknya morphin jika.....Tentang AUTISME tentang autisme Seputar AUTISME : Membaca hasil pemeriksaan Lab Alergi makanan pada anak autistik Hasil pemeriksaan Lab pada alergi makanan IgG, biasanya tertulis dalam bentuk 0, 1, 2, 3, 4, 5. Berapun hasil nya, itu menunjukkan bahan makanan tersebut REACTIVE (Alergi), jadi.....Seputar AUTISME : Tanda-tanda anak autistik yang tidak diet/ bocor-bocor diet Seputar AUTISME : Tanda-tanda anak autistik yang tidak diet/ bocor-bocor diet Seringkali orangtua jika ditanya "Sudah diet pak/bu", dengan cepat akan mengatakan " ooo sudah, anak saya sudah diet 100 %", padahal kita yakin bahwa masih ada kebocoran.....Seputar AUTISME : Aneka Sayur untuk anak autistik Seputar AUTISME : Aneka Sayur untuk anak autistik Data kembali sayur yang boleh dicobakan kepada anak autistik (rendah fenol), jangan lupa ROTASI dan ELIMINASI yaaa 1. Sawi hijau 2. Sawi putih 3. Pok coi 4......Seputar AUTISME : Aneka Buah untuk anak autistik <span class="userContent" data-ft="{&quot;tn&quot;:&quot;K&quot;}">Seputar AUTISME : Aneka Buah untuk anak autistik Setelah sayur,,,yuk kita data kembali buah yang boleh dicobakan kepada anak autistik (rendah fenol), jangan lupa.....Langkah-langkah menjalani tatalaksana bagi anak autistik langkah-langkah menjalani tatalaksana bagi anak autistik Langkah-langkah memulai Tatalaksana bagi anak autistik Dr Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI Step pertama: "Permohonan kita dengan YAKIN agar anak autistik kita sembuh atas izinNya, tentunya dengan taat kepada perintahNya dan menghentikan laranganNya" Step.....Berbagai gangguan pada anak autistik berbagai gangguan pada anak autistik Berbagai gangguan pada anak autistik Penyandang autisme memiliki gangguan pada interaksi sosial, komunikasi, imajinasi, serta pola perilaku yang repetitif (berulang-ulang), dan resistensi (tidak mudah mengikuti/menyesuaikan) terhadap perubahan pada rutinitas. Gangguan pada.....Memulai diet CFGFSF pada Anak autistik memulai diet cfgfsf pada anak autistik Memulai diet pada anak autistik Diet umumnya dilakukan karena ada suatu penyakit di dalam tubuh kita yang jika tidak dijalankan bisa berpengaruh buruk pada organ lainnya.Begitu juga pada AUTSIME, karena berbagai kerusakan di dalam tubuh anak-anak ini antara lain pencernaan,.....Mengatasi anak autistik yang sering bahkan terus menerus memegang kemaluannya mengatasi anak autistik yang sering bahkan terus menerus memegang kemaluannya Mengatasi anak autistik yang sering bahkan terus menerus memegang kemaluannya Oleh : Liza Anwar Kebanyakan jika hal ini terjadi,maka orang-orang disekelilingnya akan segera berespons secara "Bawel", yaitu memarahi anak autistik.....Jangan mudah mengeluh jangan mudah mengeluh Jangan mudah mengeluh dan putus asa Sebenarnya, apapun tidaklah SULIT, sulit hanya karena kita manusia memandangnya dari sisi kita sebagai manusia, dan mengabaikan dasar-dasar yang diberikan oleh Allah. 1. Wah berat banget ujian saya Allah.....Mengatasi anak-sanak autistik yang suka merusak barang-barang mengatasi anak-sanak autistik yang suka merusak barang-barang Mengatasi anak-sanak autistik yang suka merusak barang-barang dengan teknik Extinction Oleh: Liza Anwar Seringkali orangtua, orang serumah dan tempat terapi anak autistik, dibuat pusing oleh perilaku anak autsitik yang suka merusak barang-barang (umpamanya.....Autism is Curable, Insha Allah autism is curable, insha allah Agar Anak autistik verbal dan sekolah reguler butuh perjuangan berat dr Rudy Sutadi SpA, MARS, SPdI Orangtua jangan ragu untuk mengusahakan anak-anak mereka untuk verbal. Jangan terpengaruh orang-orangtua.....smartABA for smart parents, smart therapies, and smart professionals (smart ABA= Applied Behavior An smartaba for smart parents, smart therapies, and smart professionals (smart aba= applied behavior an SmartABA for smart parents, smart therapies, and smart professionals (smart ABA= Applied Behavior Analysis Metode Dokter Rudy Sutadi) Kebutuhan akan calon terapis smart ABA untuk Autisme di Indonesia terus meningkat, seiring dengan loncakan yang.....Autisme, ABA & BIT untuk Autisme Ekolalia adalah mengulang apa yang pernah didengar utamanya oleh penyandang Autisme.Hal ini bisa terjadi karena anak masih nonton TV, ,main game, tab, android, HP dan lain-lain peralatan elektronik serta menjalankan smart ABA tidak dengan cara yang benar Cara terbaik adalah hentikan.....AUTISME, smart ABA & smart BIT untuk Autisme <h2>Tentang AUTISME : Ikuti jalan-jalan yang telah dirambah oleh ahli-ahli, profesional dan orangtua anak autistik Oleh : dr Rudy Sutadi, SpA, MARS, S Pd.I</h2> Menjalani tatalaksana bagi penyandang AUTISME di Indonesia pada tahun 1997, ibarat masuk ke hutan.....Perbaiki hubungan dengan orangtua kita. perbaiki hubungan dengan orangtua kita. Perbaiki hubungan dengan orangtua kita. dr Rudy Sutady, SpA, MARS, S Pd.I (Konsultan smart ABA &amp; smart BIT untuk Autisme) .....Pesan untuk orangtua anak autistik pesan untuk orangtua anak autistik Pesan Untuk Orangtua dr Rudy Sutady, SpA, MARS, S Pd.I (Konsultan smart ABA &amp; smart BIT untuk Autisme) Bagi orangtua yang anaknya baru saja didiagnosis autisme, ada beberapa.....Mengatasi anak autistik yang suka menyerang mengatasi anak autistik yang suka menyerang Mengatasi Anak autistik yang suka menyerang Oleh : Arneliza Anwar Mengapa anak autistik seringkali menyerang (misal memukul, menjambak rambut, mendorong dll) orang lain? Masalah ini adalah karena ketidak mampuan mereka untuk mengkomunikasi.....Mengatasi anak autistik yang sering bahkan terus menerus memegang kemaluannya mengatasi anak autistik yang sering bahkan terus menerus memegang kemaluannya Mengatasi anak autistik yang sering bahkan terus menerus memegang kemaluannya Oleh : Arneliza Anwar Kebanyakan jika hal ini terjadi,maka orang-orang disekelilingnya akan segera berespons secara "Bawel", yaitu memarahi anak autistik secara bertubi-tubi,.....

Tokoh ABA Dunia

Prof. Ole Ivar Lovaas

Prof. Ole Ivar Lovaas
Bapak ABA Dunia

Profesional Pertama Di Dunia Yang Menerapkan ABA Untuk Autisme

Profesor Lovaas merupakan profesional pertama yang menerapkan ABA (Applied Behavior Analysis) untuk Autisi (Penyandang Autisme).
Dimulai pada tahun 1962, kemudian publikasi pertama pada tahun 1967, sehingga ABA untuk autisme dikenal juga sebagai Metode Lovaas.

Pada tahun 1993, Catherine Maurice menerbitkan bukunya yang berjudul Let Me Hear Your Voice, sehingga ABA menjadi terkenal ke seluruh dunia.
Dalam bukunya tersebut, Catherine Maurice menceriterakan tentang 2 anaknya yang autistik yang ditangani dengan ABA oleh Prof. Lovaas dan team, kemudian keduanya sembuh sehingga tidak bisa dibedakan dengan anak lain.

Setelah publikasi pertama penerapan ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme) oleh Prof. Lovaas pada tahun 1967, maka banyak ahli ABA dan praktisi ABA yang mengembangkan dan menyempurnakan ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme).
dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPd.I yang mempelajari ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme) juga mengembangkan dan menyempurnakannya, terlebih khusus lagi untuk penyesuaian penggunaannya dalam bahasa Indonesia.
Sejak tahun 2009, Rudy Sutadi dan Arneliza Anwar, mengembangkan Smart ABA dan dicanangkan pada tahun 2011. Yaitu melakukan assembling (perakitan) dan penyempurnaan Struktur-Struktur ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme), Sistematika khususnya dalam Bahasa Indonesia, dan Sistem Penilaian yang kuantitatif (terukur dengan angka-angka dan persentase). Sehingga Smart ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme) bisa dikatan nyaris sempurna.


Tokoh ABA Indonesia

dr. Rudy Sutadi

dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPd.I
Bapak ABA Indonesia

Profesional Indonesia Pertama Yang Mempopulerkan Dan Menyebarluaskan ABA Untuk Autisme Di Indonesia

Dokter Spesialis Anak yang menangani Autisme ini merupakan profesional yang langka, karena menguasai dua Terapi Utama Autisme yaitu ABA (Applied Behavior Analysis) dan Biomedical Intervention Therapy (BIT).
Kiprahnya diakui secara nasional maupun di lingkup internasional.

Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI, adalah profesional Indonesia pertama yang menyebarluaskan dan mempopulerkan ABA untuk autisme di Indonesia, sejak tahun 1997.

Mempelajari ABA dari berbagai sumber, antara lain:
» LIFE (Lovaas Institute For Early Intervention), Los Angeles, USA
» PennState University, Pennsylvania, USA
» The Option Institute, New York, USA
» ISADD (Integration Service For Autism And Development Delay), Perth, Australia
» CalABA (California Association For Behavior Analysis), USA
» dan lain-lain

Sejak tahun 2009, Rudy Sutadi dan Arneliza Anwar, mengembangkan Smart ABA dan dicanangkan pada tahun 2011. Yaitu melakukan assembling (perakitan) dan penyempurnaan Struktur-Struktur / SOP ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme), Sistematika khususnya dalam Bahasa Indonesia, dan Sistem Penilaian yang kuantitatif (terukur dengan angka-angka dan persentase keberhasilan). Sehingga Smart ABA untuk Autisi (Penyandang Autisme) bisa dikatan nyaris sempurna.

» baca selengkapnya


Tokoh Penerus ABA

Liza Arneliza Anwar

Liza (Arneliza Anwar)
Tokoh Penerus ABA Indonesia

Advance Trainer Pada Smart ABA

Beberapa tahun setelah dokter Rudy tidak dapat aktif, penggunaan ABA yang betul dan benar sudah terkikis dan melenceng jauh, oleh karena itu Liza menggagas "Kembali Ke ABA" (Back To ABA).
Kemudian Liza bersama dokter Rudy mengembangkan Smart ABA.

Smart ABA merupakan ABA (Applied Behavior Analysis) yang dikembangkan oleh dokter Rudy bersama Liza, yaitu dengan melakukan assembling (perakitan) berbagai Struktur / SOP (Standard Operating Procedure), serta Sistematika yang khusus bahasa Indonesia, dan tolok ukur yang jelas (yaitu Sistem Penilaian yang kuantitatif dengan angka-angka dan persentase keberhasilan). Juga Kurikulum (Program dan Aktivitas) yang sangat jauh dikembangkan.

Sampai dengan tahun 2019, Liza telah memberikan lebih dari 50 kali Pelatihan / Training Smart ABA ke berbagai kota di seluruh Indonesia.
Pendapatnya tentang berbagai jenis terapi lainnya yang ada di Indonesia, Liza dengan tegas mengatakan "silahkan tunjukkan hasil penelitian metode tersebut untuk anak-anak autistik" (yang ternyata tak ada).
Sedangkan pendapatnya tentang terapis atau klinik/tempat terapi yang menangani autisme, "silahkan tanyakan berapa anak yang telah berhasil masuk sekolah reguler dengan benar, bukan sekedar sekolah-sekolahan, bukan sekolah inklusi apalagi sekolah khusus atau sekolah luar biasa", tukasnya.

Sejak tahun 2010 Liza/Arneliza mulai merintis berdiri dan terselenggaranya KID ABA (Klinik Intervensi Dini - Applied Behavior Analysis) untuk Autisi (Penyandang Autisme), di kawasan Grand Wisata, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat. Dengan pasien yang berasal dari berbagai kota / daerah di Indonesia.

» baca selengkapnya



Autis-Autism-Autisme Dari Masa Ke MasaIstilah/kata autism pertama kali digunakan oleh seorang psikiater Swiss yang bernama Eugene Bleuler, yang pada tahun 1908-1911 mengamati adanya suatu ciri tertentu pada penderita skizofrenia dewasa yang ia sebut sebagai autism yang berasal dari kata bahasa Yunani yaitu autos yang berarti sendiri, yang.....Epidemiologi Autis-Autism-AutismeJumlah penyandang autisme di seluruh dunia semakin tahun semakin meningkat. Dari kepustakaan pada awal tahun 90-an, jumlah penyandang autisme diperkirakan sekitar 4-6 per 10.000 kelahiran. Tetapi mendekati tahun 2000 angka ini mencapai 15-20 per 10.000 kelahiran. Data pada tahun 2000, angka ini.....Autis-Autism-Autisme: Sembuh Atau Tidak Sembuh? Pilihan Di Tangan Anda!!!Selama saya kuliah di kedokteran ataupun sebagai dokter, baik dokter umum ataupun spesialis anak, saya selalu bertemu dengan orang-orangtua yang mengharapkan kesembuhan bagi anak-anak mereka. Tidak pernah saya bertemu dengan satupun orangtua yang tidak mengharapkan kesembuhan bagi anaknya.Untuk.....Stem Cell Therapy (Terapi Sel Induk) Pada AutismeIstilah stem cell pertama kali dikemukakan pada tahun 1908 yang mempostulasikan adanya kemampuan berdiferensiasi pada sel-sel penghasil/pembentuk darah. Stem-cell atau sel-induk yaitu sel yang belum berdiferensiasi dimana turunan-turunan selnya dapat terdiferensiasi (berubah) menjadi berbagai jenis.....Antibiotik Pada Autisme: Kawan Atau Lawan???Salah satu hal yang menimbulkan masalah pada autisme adalah pemberian antibiotik.Oleh karena anak-anak autistik umumnya mempunyai gangguan kekebalan, maka mereka sering mengalami infeksi. Di Amerika, infeksi yang sering terjadi pada mereka adalah infeksi telinga tengah (sedangkan di Indonesia.....Pemilihan Metode Terapi Untuk AutismePetunjuk/pedoman yang digunakan oleh ASA (Autism Society of America) dalam menilai suatu metode/cara terapi, yaitu: Apakah terapi tersebut bisa membahayakan anak? Apa akibatnya jika terapi tersebut gagal? Apakah terapi tersebut telah terbukti secara ilmiah? Apakah.....Autisme: Sembuh Atau Tidak Sembuh??? Pilihan Di Tangan Anda!!!Selama saya kuliah di kedokteran ataupun sebagai dokter, baik dokter umum ataupun spesialis anak, saya selalu bertemu dengan orang-orangtua yang mengharapkan kesembuhan bagi anak-anak mereka. Tidak pernah saya bertemu dengan satupun orangtua yang tidak mengharapkan kesembuhan bagi anaknya.Untuk.....Dragons Den Dan Kesembuhan AutismeDragon’s Den (Sarang Naga), adalah suatu acara di BBC Knowledge, yaitu berbagai orang dari berbagai latar belakang, menghadapi 5 orang multi-milyuner yang merupakan pengusaha kelas kakap, untuk mengajukan permohonan dana dengan sistem kerjasama bagi hasil.Pada suatu episode, ada seorang.....Antara Ajax dan PHP -dengan- Autisme dan ABA (Applied Behavior Analysis)Ada orang-orang yang menterapkan berbagai metode yang tidak khusus untuk terapi autisme tetapi tetap saja digunakan untuk menterapi autisme, padahal tidak ada penelitian yang membuktikan efektivitas dan efisiensinya untuk kesembuhan autisme.Katakan saja misalnya Terapi Wicara. Ini tidak dikembangkan.....Applied Behavior Analysis (ABA/Lovaas) Untuk AutismeABA (Applied Behavior Analysis) yaitu suatu ilmu perilaku terapan untuk mengajarkan dan melatih seseorang agar menguasai berbagai kemampuan yang sesuai dengan standar yang ada di masyarakat. Penggunaan ABA tidak hanya terbatas pada autisme saja, tetapi sangat luas diterapkan dalam berbagai bidang,.....Terapi IVIG/IVGG Untuk AutismeTANYA:1. Apakah yang dimaksud dengan terapi IVIG untuk penyandang Autis.2. Di manakah di Indonesia yang bisa melakukan terapi ini?3. Berapa biayanya? (karena sering disebutkan bahwa terapi ini MAHAL)4. Evaluasi sistem imun apa yang harus dilakukan sebelumnya?Zuhdi Setiadi-SemarangJAWAB:Terapi.....Me-Day Bagi Orangtua Penyandang AutismePenanganan penyandang autisme secara serius dengan ABA dan Biomedical Intervention, akan menguras banyak waktu, tenaga, dan perhatian. Itu betul.Tetapi jangan dilupakan bahwa kita juga manusia, yang dilengkapi dengan berbagai kelebihan dan kekurangan. Mungkin kita tidak termasuk manusia super,.....Perceraian Pada Keluarga Yang Mempunyai Anak AutistikDari suatu penelitian jangka panjang yang mengikuti 406 keluarga yang mempunyai anak autistik sampai dengan tahun 2004, didapatkan bahwa angka perceraian tinggi sampai dengan anak berusia 8 tahun, setelah itu menurun. Namun ancaman perceraian tetap berlanjut, yaitu didapatkan bahwa angka perceraian tetap.....Jangan Benci IbumuSuatu sore saya menonton film seri Frasier. Yaitu film seri tentang Dr. Frasier Crane, seorang psikiater yang merupakan penyiar radio terkenal di Seattle.Dalam seri itu, Dr. Frasier Crane yang bersama adiknya Dr. Niles Crane, melihat ayahnya sedang dinner di restoran bersama seorang wanita bekas.....Lie To Me (Bohongilah Aku)Sangat menarik mempelajari ilmu perilaku manusia, apalagi dalam hal bohong.Mungkin dulu kita hanya mengenal bahwa terdapat 25 tanda kebohongan pada lelaki dan 15 pada wanita (waduh, jadi artinya dibandingkan wanita maka lelaki relatif lebih mudah diketahui jika berbohong).Namun dengan berkembangnya.....Deteksi Dini AutismeDeteksi dini atau skrining terhadap autisme dapat dilakukan secara sederhana dengan tools (perangkat) yang sederhana misalnya dengan STAT (Screening Tool for Autism in Two-Year-Olds), atau dengan CHAT/M-CHAT (Modified Checklist for Autism in Toddler). M-CHAT adalah versi Amerika yang merupakan perluasan.....Biomedical Intervention Therapy Untuk AutismeBiomedical Intervention adalah ilmu medis/kedokteran yang menterapi/memperbaiki masalah nerobiologis dan biokimiawi yang terdapat pada autistik. Autisme diyakini penyebabnya yaitu mempunyai dasar genetik dan dipicu oleh faktor lingkungan Faktor genetik ini mengakibatkan banyak hal, misalnya masalah/gangguan.....Masalah Rivalitas Pada Saudara Kandung Penyandang AutismeSaudara kandung dari anak autistik bisa menganggap anak autistik adalah rivalitas (saingan) yang mencuri seluruh perhatian dan milik/harta-benda dari mereka, oleh karena umumnya perhatian orangtua dan seluruh keluarga terpusat bahkan tersedot pada anak autistik mereka, sehingga mereka kurang memperhatikan.....Kontroversi Hubungan Antara Vaksin Dan AutismeSampai saat ini, masih berlangsung kontroversi/perdebatan mengenai hubungan antara vakstin dan autisme. Namun telah banyak laporan terjadinya regresi autistik beberapa minggu setelah seorang anak mendapat vaksin. Laporan yang paling sering adalah regresi autistik oleh karena MMR. MMR dikaitkan dengan.....Jepang Menghentikan Penggunaan Vaksin Meningitis Dan PneumoniaKementerian Kesehatan Jepang telah menghentikan penggunaan vaksin meningitis dan pneumonia, setelah terdapat 4 kematian berturut-turut yang terjadi di Jepang pada bulan Februari dan Maret 2011 ini, pada anak-anak berumur 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, dan 2 tahun,.Kematian tersebut terjadi tidak.....Penyebab AutismeTerjadinya autisme yaitu oleh karena adanya dasar faktor genetik yang dipengaruhi dan.atau dipicu oleh faktor lingkungan seperti misalnya infeksi rubella/cytomegalovirus, polutan/intoksikasi logam berat, dan vaksinasi campak/MMR (yang masih menjadi kontroversi), dll. Faktor genetik yang berperan.....Terapi Intervensi Dini Pada AutismeYang dimaksud dengan Intervensi Dini yaitu terapi/tatalaksana yang dilakukan terhadap anak dengan usia sejak lahir sampai dengan usia 3 tahun (terapi/tatalaksana dimulai sebelum usia 3 tahun) yang dilakukan pada anak-anak yang memiliki kecacatan (disability), keterlambatan perkembangan (developmental.....Melalui Epigenetik - Autisme Bisa Disembuhkan Dengan ObatPernah dengar mengenai epigenetik? Mungkin bahkan untuk umumnya dokter, hal ini masih asing, oleh karena memang merupakan ilmu yang relatif baru (kata epigenetik sendiri sudah lama ada, tetapi penggunaannya sebagai ilmu yang berhubungan relatif baru).Pada ilmu genetika, dikenal istilah genotip.....[Ringkasan 01 dari 17] ::: Biomedical Intervention Therapy Untuk AutismeInsya ALLAH, beberapa hari ke depan akan saya posting ringkasan Terapi Intervensi Biomedis (Biomedical Intervention Therapy / BIT) untuk autisme, yang saya ambil dari Autism Research Institute (James B. Adams, Ph.D.).Ayo cetak 1.000 dokter Indonesia yang menguasai Biomedical Intervention Therapy.....[ RINGKASAN 02 DARI 17 – BIOMEDICAL INTERVENTION THERAPY] MEMPERBAIKI DIETDasar :<br><ul> Manusia membutuhkan zat-zat gizi esensial tertentu untuk berbagai fungsi tubuhnya, yang meliputi vitamin, mineral, asam lemak esensial, dan asam amino (dari protein). Hal yang penting untuk diperhatikan yaitu lakukan diet seimbang yang kaya sayuran, buah, dan protein.....[ RINGKASAN 03 DARI 17 – BIOMEDICAL INTERVENTION THERAPY] A L E R G I M A K A N A NDASAR :Banyak anak autistik mengalami alergi makanan, disebabkan oleh abnormalitas pada sistem pencernaan dan/atau sistem kekebalan mereka. Jika makanan tidak dicerna sempurna menjadi susunan terkecil gula, asam amino, dll, maka makanan yang dicerna sebagian tersebut dapat terserap oleh saluran.....Bidadari Kiriman ALLAH Sebagai manusia yang juga mempunyai kebutuhan untuk mencintai dan dicintai. Termasuk juga diriku yang Alhamdulillah merupakan lelaki normal. Bahkan salah seorang teman mengatakan mendengar suara wanita saja sudah merupakan hiburan tersendiri. Tetapi.....Kesabaran yang Indah Disaat Ibu ibu lainnya bercengkarma dengan ibu lainnya ketika menunggu anak anak mereka sekolah, Ibu anak special harus dengan seksama berada di depan layar monitor melihat aktivitas si special yang sedang di terapi. Disaat Ibu ibu lainnya asyik berada di mall,<br.....Hal-hal yang perlu diperhatikan pada Pra kehamilan 6-12 Sampai saat ini masih belum diketahui cara yang paling tepat untuk melakukan pencegahan terjadinya autisme, terutama pada keluarga yang ingin mendapatkan anak berikutnya. Namun berdasarkan ilmu dan pengetahuan tentang berbagai terapi spesifik yang telah menghasilkan perbaikan bahkan kesembuhan,.....Gejala-gejala autisme Gejala-gejala autisme akan tampak makin jelas setelah anak mencapai usia 3 tahun, yaitu berupa: 1. Gangguandalam bidang komunikasi verbal maupun non-verbal: - terlambat bicara, - meracau dengan bahasa yang tak dapat dimengerti orang lain, - kalaupun.....Hal-hal yang penting diperhatikan selama masa kehamilan Selama hamil: Teruskan diet organik yang sangat berkualitas, hilangkan atau sangat kurangi gula dan makanan olahan. Teruskan multivitamin dan multimineral lengkap yang mudah diserap, dengan paling tidak mengandung 1.800 mg kalsium dan 800 mcg.....AUTISME : Hal-hal yang penting diketahui Selama masa bayi Selama masa bayi: Berhubungan erat/akrab dengan bayi anda sebanyak-banyaknya dan sesering mungkin, serta tangani dan bercakap-cakap dengannya. Tidur bersamaan dengan waktu tidur bayi anda agar anda memperoleh cukup istirahat, dan dapat berhubungan sesering mungkin.....AUTISME dan ABA : Melatih bicara pada anak autistik ika anak autistik sudah mampu berkumunikasi 1 arah, maka minimalisir pertanyaan langsung kepada mereka, lebih seringlah berkomentar akan suatu situasi, yang bisa secara tiba-tiba, atau memang sengaja diatur. Misalnya : Ibu menjatuhkan bola mainan dari meja saat bermain.....Autisme dan BIT (Biomedical intervention Therapy) : Yang perlu dilakukan dalam BIT untuk anak-anak a Dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan paling tidak: oLab lokal : Hematologi rutin, fungsi hati (LFT, SGOT, SGPT), fungsi ginjal (ureum darah, kreatinin darah), elektrolit lengkap darah, fungsi tiroid (T3, T4, TSH), IgE total o Complete Digestive Stool.....AUTIME : Tentang ASPERGER Pada Asperger , biasanya tidak ada keterlambatan bicara, sehingga sering diagnosis tidak segera dilakukan, orangtua baru membawa ke dokter ketika usia anak /sekolah anak semakin meningkat, dimana dibutuhkan kemampuan komunikasi yang semakin kompleks, misalnya pada usia kelas I SD/2 SD. Gejala-gejala.....AUTISME : Timbal balik Komunikasi VERBAL dan Kognitif pada anak autistik Kemampuan bicara dengan kemampuan kognitif, itu timbal balik. Jika kognitif anak mambaik, kemampuan bicara juga membaik Ketika kemampuan bicara meningkat, maka akan meningkatkan kognitifnya Kognitif (Kemampuan pemahaman, menangkap rangasangan, menyimpan.....AUTISME dan BIT : RINGKASAN 04 DARI 17 – BIOMEDICAL INTERVENTION THERAPY] [ RINGKASAN 04 DARI 17 - BIOMEDICAL INTERVENTION THERAPY] GLUTEN-FREE, CASEIN-FREE DIET( DAN SERING JUGA CORN-FREE, SOY-FREE ) Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI (Dokter.....AUTISME & BIT : [ RINGKASAN 05 DARI 17 – BIOMEDICAL INTERVENTION THERAPY] SUPLEMENTASI V I T A M I N / M I N E R A L Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI (Dokter Spesialis Anak. Konsultan Autisme, Applied Behavior Analysis, dan Biomedical Intervention Therapy) DASAR.....AUTISME dan ABA : Meningkatkan komunikasi pada anak autistik Untuk meningkatkan komunikasi pada anak autistik, maka lalukan berbagai hal seperti menimbulkan protes dari anak pada berbagai aktivitas, sebagai contoh Ketika anak memperhatikan anda, taruh sepatu di lemari pajangan, atur kesempatan anak untuk berkomentar \'Salah!\'.....AUTISME : PUBERTAS PADA PENYANDANG AUTISME PUBERTAS PADA PENYANDANG AUTISME by : dr Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI Semua anak termasuk penyandang autisme, suatu saat akan mengalami pubertas, terlepas dari kemampuan sosial ataupun IQ nya. Pada.....AUTISME & BIT : Ringkasan 06 dari 17 - BIT] ::: Vitamin B6 Dosis Tinggi Dan Magnesium [ RINGKASAN 06 DARI 17 - BIOMEDICAL INTERVENTION THERAPY] VITAMIN B6 DOSIS TINGGI DAN MAGNESIUM Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI (Dokter.....TISAUTISME & ABA : Melatih bicara dan komunikasi verbal pada anak autistik dengan ABA Ikuti sistimatika dibawah ini, jangan pada awal-awal anak autistik sudah disuruh tiup lilin, meronce, meniti, memanjat, karena yang harus kita latih terlebih dahulu OTAK nya agar mampu berkomunikasi verbal, sehingga memanjat, menendang bola dll nantinya mampu dilakukan oleh anak tanpa harus.....AUTISME & BIT : [Ringkasan 07 dari 17 - BIT] ::: Essential Fatty Acids [ RINGKASAN 07 DARI 17 - BIOMEDICAL INTERVENTION THERAPY] ESSENTIAL FATTY ACIDS Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI (Dokter.....AUTISME : Agar Anak autistik verbal dan sekolah reguler butuh perjuangan berat Agar Anak autistic verbal butuh perjuangan berat dr Rudy Sutadi SpA, MARS, SPdI Orangtua jangan ragu untuk mengusahakan anak-anak mereka untuk verbal. Jangan terpengaruh orang-orangtua lain atau profesional (katanya) yang mengatakan.....AUTISME & ABA : Melatih bicara dan komunikasi VERBAL anak autistik dengan ABA Selain anak AUTISTIK tidak/belum bisa bicara, masalah/gangguan bicara yang lain yang mungkin terdapat adalah kadang anak sudah mulai sedikit-sedikit mengeluarkan beberapa patah kata, tetapi kemudian kemampuan bicaranya menghilang begitu saja pada usia sekitar 18 bulan atau sebelum 2 tahun. Hal.....AUTISME : AUTISME & ABA Melatih kepatuhan pada anak autistik Melatih kepatuhan pada anak autistik adalah dengan melatih duduk, tentunya kita latih duduk sejak usia dini, sehingga anak-anak autistik yang ditangani dengan ABA yang benar sejak dini, maka kepatuhan tidak akan pernah menjadi masalah saat mereka bersekolah reguler nantinya. Karena semenjak.....AUTISME & BIT : [Ringkasan 08 dari 17 BIT] ::: Enzim-enzim Pencernaan [Ringkasan 08 dari 17 BIT] ::: Enzim-enzim Pencernaan ENZIM-ENZIM PENCERNAAN Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI (Dokter Spesialis Anak. Konsultan Autisme, Applied Behavior.....AUTISME & ABA : Program paralel dalam melatih bicara bagi anak-anak autistikJika anak autistik sudah mulai masuk pada tahap verbal, ( INGAT, BUKAN PADA SAAT PERTAMA KALI ANAK AUTISTIK DITERAPI YA !!!! ) maka latih juga secara paralel, dimana orangtua harus lebih banyak melatih ini dirumah : 1. Meniup potongan tissue yang diletakkan ditangan 2. Meniup.....AUTISME & ABA : Generalisai pada anak autistikJika anak autistik sudah mampu berkomunikasi satu arah ( berbicara dan sudah menguasai labih kurang 100 kata), maka lakukan generalisasi Misalnya : kata \'tidak\', yang biasaya diucapkan, dperluas menjadi \'nggak\', \'jangan\', \'ga boleh\'. Jika terapis di teaching room bertanya.....AUTISME & Penghasilan yang HalalMenyaring, hanya penghasilan HALAL yang akan diberikan kepada anak-anak kita, adalah upaya dini untuk menuju generasi yang sehat lahir dan batin dan takut kepada Alloh......AUTISME & BIT : [Ringkasan 09 dari 17 - BIT] ::: Terapi Usus: Anti Jamur dan Probiotik TERAPI USUS : ANTI JAMUR DAN PROBIOTIK Dr. Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI (Dokter Spesiali Anak. Konsultan Autisme, Applied Behavior Analysis, dan Biomedical Intervention Therapy) LATAR BELAKANG.....Jangan merasa sedirian Bergabunglah dengan kelompok orangtua yang mempunyai keyakinan bahwa autisme bisa sembuh/disembuhkan, sehingga kita tidak merasa sendirian di dunia ini, serta dapat berbagi suka-duka serta pemecahan/mengatasi masalah. Pengalaman-pengalaman positif dari orang-orangtua yang lebih dahulu menangani.....Pesan untuk orangtua Pesan Untuk Orangtua (dr Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI) Bagi orangtua yang anaknya baru saja didiagnosis autisme, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Jika orangtua tidak faham apa itu autisme, mungkin diagnosis autisme tidak berpengaruh.....Diet AUTISME dan BIT Jika tahun 2013 masih jahil membocorkan diet pada anak autistik, maka tahun 2014 ini seharusnya zaman jahil itu harus berlalu, seharusnya orangtua dan keluarga SADAR, lakukan diet CFGFSF dengan 100 %, tidak boleh ada kebocoran, bahkan sesekalipun. Biar jangan lupa kami ingatkan kembali kembali.....Persediann Obat-obat Tentang AUTISME : Seputar persediaan obat-obat, jika anak autistik sakit Siapapun yang menyarankan obat-obatan untuk anak autistik Ibu dan Bapak, maka yang harus diingat adalah hindari penggunaan sediaan sirup, gunakan sediaan.....Tentang AUTISME: Tentang AUTISME : Seputar obat-obatan, jika anak autistik sakit Siapapun yang menyarankan obat-obatan untuk anak autistik Ibu dan Bapak, maka yang harus diingat adalah hindari penggunaan sediaan sirup, gunakan sediaan.....Seputar ABA untuk AUTISME Yang perlu diingat pada latihan kontak mata pada anak autistik adalah sbb : 1. Jangan memanggil nama anak selama program awal kontak mata, instruksi hanya "lihat " saja. 2. Jika anak sudah on request saat diberi instruksi "lihat",.....Seputar BIT untuk AUTISME : Diet pada anak autistik Catatan PENTING !!!! 1. Walaupun hasil pemeriksaan allergi anak autistik tidak akergi terhadap susu dan terigu, tetapi pada anak autistik susu dan terigu tetap TIDAK BOLEH mereka konsumsi, hal ini bukan karena berhungan dengan alerginya, tetapi terbentuknya morphin jika.....Tentang AUTISME Seputar AUTISME : Membaca hasil pemeriksaan Lab Alergi makanan pada anak autistik Hasil pemeriksaan Lab pada alergi makanan IgG, biasanya tertulis dalam bentuk 0, 1, 2, 3, 4, 5. Berapun hasil nya, itu menunjukkan bahan makanan tersebut REACTIVE (Alergi), jadi.....Seputar AUTISME : Tanda-tanda anak autistik yang tidak diet/ bocor-bocor diet Seputar AUTISME : Tanda-tanda anak autistik yang tidak diet/ bocor-bocor diet Seringkali orangtua jika ditanya "Sudah diet pak/bu", dengan cepat akan mengatakan " ooo sudah, anak saya sudah diet 100 %", padahal kita yakin bahwa masih ada kebocoran.....Seputar AUTISME : Aneka Sayur untuk anak autistik Seputar AUTISME : Aneka Sayur untuk anak autistik Data kembali sayur yang boleh dicobakan kepada anak autistik (rendah fenol), jangan lupa ROTASI dan ELIMINASI yaaa 1. Sawi hijau 2. Sawi putih 3. Pok coi 4......Seputar AUTISME : Aneka Buah untuk anak autistik <span class="userContent" data-ft="{&quot;tn&quot;:&quot;K&quot;}">Seputar AUTISME : Aneka Buah untuk anak autistik Setelah sayur,,,yuk kita data kembali buah yang boleh dicobakan kepada anak autistik (rendah fenol), jangan lupa.....Langkah-langkah menjalani tatalaksana bagi anak autistik Langkah-langkah memulai Tatalaksana bagi anak autistik Dr Rudy Sutadi, SpA, MARS, SPdI Step pertama: "Permohonan kita dengan YAKIN agar anak autistik kita sembuh atas izinNya, tentunya dengan taat kepada perintahNya dan menghentikan laranganNya" Step.....Berbagai gangguan pada anak autistik Berbagai gangguan pada anak autistik Penyandang autisme memiliki gangguan pada interaksi sosial, komunikasi, imajinasi, serta pola perilaku yang repetitif (berulang-ulang), dan resistensi (tidak mudah mengikuti/menyesuaikan) terhadap perubahan pada rutinitas. Gangguan pada.....Memulai diet CFGFSF pada Anak autistik Memulai diet pada anak autistik Diet umumnya dilakukan karena ada suatu penyakit di dalam tubuh kita yang jika tidak dijalankan bisa berpengaruh buruk pada organ lainnya.Begitu juga pada AUTSIME, karena berbagai kerusakan di dalam tubuh anak-anak ini antara lain pencernaan,.....Mengatasi anak autistik yang sering bahkan terus menerus memegang kemaluannya Mengatasi anak autistik yang sering bahkan terus menerus memegang kemaluannya Oleh : Liza Anwar Kebanyakan jika hal ini terjadi,maka orang-orang disekelilingnya akan segera berespons secara "Bawel", yaitu memarahi anak autistik.....Jangan mudah mengeluh Jangan mudah mengeluh dan putus asa Sebenarnya, apapun tidaklah SULIT, sulit hanya karena kita manusia memandangnya dari sisi kita sebagai manusia, dan mengabaikan dasar-dasar yang diberikan oleh Allah. 1. Wah berat banget ujian saya Allah.....Mengatasi anak-sanak autistik yang suka merusak barang-barang Mengatasi anak-sanak autistik yang suka merusak barang-barang dengan teknik Extinction Oleh: Liza Anwar Seringkali orangtua, orang serumah dan tempat terapi anak autistik, dibuat pusing oleh perilaku anak autsitik yang suka merusak barang-barang (umpamanya.....Autism is Curable, Insha Allah Agar Anak autistik verbal dan sekolah reguler butuh perjuangan berat dr Rudy Sutadi SpA, MARS, SPdI Orangtua jangan ragu untuk mengusahakan anak-anak mereka untuk verbal. Jangan terpengaruh orang-orangtua.....smartABA for smart parents, smart therapies, and smart professionals (smart ABA= Applied Behavior An SmartABA for smart parents, smart therapies, and smart professionals (smart ABA= Applied Behavior Analysis Metode Dokter Rudy Sutadi) Kebutuhan akan calon terapis smart ABA untuk Autisme di Indonesia terus meningkat, seiring dengan loncakan yang.....Autisme, ABA & BIT untuk Autisme Ekolalia adalah mengulang apa yang pernah didengar utamanya oleh penyandang Autisme.Hal ini bisa terjadi karena anak masih nonton TV, ,main game, tab, android, HP dan lain-lain peralatan elektronik serta menjalankan smart ABA tidak dengan cara yang benar Cara terbaik adalah hentikan.....AUTISME, smart ABA & smart BIT untuk Autisme<h2>Tentang AUTISME : Ikuti jalan-jalan yang telah dirambah oleh ahli-ahli, profesional dan orangtua anak autistik Oleh : dr Rudy Sutadi, SpA, MARS, S Pd.I</h2> Menjalani tatalaksana bagi penyandang AUTISME di Indonesia pada tahun 1997, ibarat masuk ke hutan.....Perbaiki hubungan dengan orangtua kita. Perbaiki hubungan dengan orangtua kita. dr Rudy Sutady, SpA, MARS, S Pd.I (Konsultan smart ABA &amp; smart BIT untuk Autisme) .....Pesan untuk orangtua anak autistik Pesan Untuk Orangtua dr Rudy Sutady, SpA, MARS, S Pd.I (Konsultan smart ABA &amp; smart BIT untuk Autisme) Bagi orangtua yang anaknya baru saja didiagnosis autisme, ada beberapa.....Mengatasi anak autistik yang suka menyerang Mengatasi Anak autistik yang suka menyerang Oleh : Arneliza Anwar Mengapa anak autistik seringkali menyerang (misal memukul, menjambak rambut, mendorong dll) orang lain? Masalah ini adalah karena ketidak mampuan mereka untuk mengkomunikasi.....Mengatasi anak autistik yang sering bahkan terus menerus memegang kemaluannya Mengatasi anak autistik yang sering bahkan terus menerus memegang kemaluannya Oleh : Arneliza Anwar Kebanyakan jika hal ini terjadi,maka orang-orang disekelilingnya akan segera berespons secara "Bawel", yaitu memarahi anak autistik secara bertubi-tubi,.....

© 2011 KID ABA Ultimate For Autism

Grand Wisata Blok AA 11 No.56-57-58, Tambun, Bekasi, Jawa Barat 17510, Indonesia

Mohon Maaf, Aplikasi Di Bawah Ini BELUM Berfungsi